NASIONAL – Nyawa bayar nyawa. Mungkin begitu ilustrasi kematian komandan KKB. 3 Pasukan elit TNI tembak mati komandan KKB, yang belakangan ternyata penembak almarhum Bharada Komang.
Kasatgas Humas Ops Nemangkawi, Kombes Iqbal AlQudussy mengatakan, pada hari Rabu 12 Mei 2021 pukul 13.12 WIT, 11 Personil yang dipimpin oleh Iptu Budi Basrah dan didampingi oleh kanit Ilaga Ipda Firman melaksanakan giat pengambilan barang bukti di Kampung Tagaloa markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hasil penyisiran oleh TNI/Polri
Iqbal pun membeberkan rangkaian giat tersebut berawal ketika tim mempersiapkan pemberangkatan ke Polres Puncak, dan bergeser ke Kampung Tagaloa dengan menggunakan tiga unit mobil.
“Tim Tiba di kampung Tagaloa dan bertemu dengan Kapt. Inf. Ilham Panji dari Satgas Kogab ops Pinang sirih yang telah melakukan penyisiran, dan telah mengamankan barang bukti tersebut,” kata Iqbal, Kamis (13/5/2021).
Baca Juga : Kabar Kontak Tembak Kopassus, Komandan KKB Tewas
Lalu Pukul 14.10 WIT, Tim melakukan observasi udara dengan menggunakan drone dari Satgas SGI ke arah kampung Tagaloa, dan Tim mendapat gangguan tembakan dari dua arah sehingga terjadi kontak tembak.
“Lalu Tim melakukan tembakan sambil tim melakukan pengunduran ke Polres Puncak,” tuturnya.
Berikut barang bukti yang berhasil disita petugas gabungan, 3 lembar bendera Bintang Kejora, 1 buah buku cetak dengan judul “Menuju Papua Baru” oleh Dr. Benny Giay, 4 buah kapak, 4 Bilah Parang, 2 Bilah Pisau, 3 Buah Linggis, 1 buah palu, 46 buah anak panah, dan 1 buah busur.
3 Pasukan Elit TNI Sikat KKB
Satgas Nanggala Kopassus
Satuan Tugas Nanggala adalah sebutan tim kecil intelijen tempur Kopassus yang dibentuk sejak Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dipimpin Yogie Soewardi Memed yang kala itu berpangkat Brigadir Jenderal TNI.
Personel tim ini merupakan prajurit pilihan dari korps baret merah yang selain mempunyai kemampuan ‘Komando’ juga mumpuni dalam bidang Sandhiyudha (intelijen tempur). Karena anggotanya telah menempuh brevet PARA KOMANDO di Batujajar dan Cilacap.
Baca Juga : Memanas, Indonesia Tolak Bernegosiasi Dengan China Soal Natuna
Tim ini memiliki kemampuan khusus di atas rata rata prajurit Infantri Raider. Seperti bergerak lebih cepat dalam setiap penguasa medan atau matra baik darat, laut maupun udara. Kemudian survival, amphibi, lintas udara, mobil udara, pertempuran jarak dekat. Masih ada lagi, yakni pengintaian dan infiltrasi serta kemampuan anti teror.
Sehingga wajar jika tim ini sering dilibatkan dalam awal operasi besar TNI baik di dalam maupun luar negeri.
Namun operasi tim ini tertutup dan tugasnya yang bersifat rahasia. Sehingga mayoritas dari kegiatan mereka hanya di ketahui pimpinan operasi.
Baca Juga : Baku Tembak KKB di Papua, Kapolda Sebut Aman, Tapi Tak Kondusif
Sehingga keberhasilannya pun hanya kerap tersiar dari mulut ke mulut sesama anggota pasukan di lapangan. Namun keberhasilan tim ini d iakui di kesatuannya saat mereka selesai melaksanakan tugas operasi.
Yonif Raider 500/Sikatan
Mengutip dari laman Wikipedia, Yonif Raider 500/Sikatan adalah sebuah pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pasukan ini terbentuk sejak 30 Oktober 1945.

Yonif Raider 500/Sikatan adalah pasukan pemukul Kodam V/Brawijaya yang berkualifikasi Para Raider.
Satuan ini terdiri atas… Selengkapnya
