Larangan Mudik, Begini Curhatan Sopir Bus di Jambi Jelang Lebaran

BERITA JAMBI – Larangan mudik kembali berlaku setelah pada 2020 lalu. Larangan mudik itu, berdampak pada sopir bus yang ngangur dan curhatan nasib jelang lebaran.

Hampir sepekan larangan mudik berlaku, itu artinya seluruh Moda Transportasi tak boleh beroperasi. Tak terkecuali bagi salah satu Supir Bus Antar Kota Antar Provinsi yang ada di Jambi.

Sebagaimana diketahui, guna memutus mata rantai Penularan Covid-19, sejak 6 Mei lalu Pemerintah mengeluarkan kebijakan larang mudik.

Dampaknya, hampir sepekan setiap Moda Transportasi udara hingga darat tak beroperasi sepenuhnya. Terpantau, Terminal Alam Barajo terlihat sepi aktivitas

Meski mendukung langkah Pemerintah, akan tetapi hal ini mengisahkan dampak tersendiri bagi para Pekerja Transportasi.

Seperti penuturan salah satu Supir Bus Jambi-Pati ini, curhatan sopir bak mengikat perut, tak bisa bekerja 2 Pekan kedepan akibat larangan mudik

” Nganggurlah ni, disuruh makan tidur aja. Sementara biaya makan, biaya sehari-hari keluarga di rumah tidak ada istilah nganggur. Kata kasarnya mengharap zakatlah, tapi tidak baik juga, kita masih sehat, ” keluh Deri Supir Bus.

Simpang Siur Pengetatan Mudik

Selain itu, Agen PO Bus Jambi-Pati Jawa Tengah ini juga menambahkan, informasi larangan mudik terkesan simpang siur.

Pada tanggal 22 April hingga 6 Mei lalu, kembali berlaku kebijakan tambahan berupa pengetatan pra larangan mudik.

Baca Juga : Viral Demi Pulang Kampung, Pemudik Ini Nekat Sembunyi Dalam Karung

Kemudian, pengetatan pasca larangan mudik 18-24 Mei mendatang. Lantas, hal ini menurut Putra menyisakan pertanyaan besar dan simpang siur bagi masyarakat.

Pasalnya, masyarakat banyak salah kaprah soal pengetatan itu, yang mana sebagian masyarakat mengira hal itu adalah pelarangan mudik.

” Kita mendukunglah kebijakan itu, tapi tanggal 22 awal puasa kemarin agak janggal. Masyarakat mikirnya itu larangan, padahal bukan. Kan itu berupa pengetatan, seperti surat rapid tes 1×24 jam harus dibawa,” bebernya.

Pun Ia menyayangkan, kurang terangnya penjelasan akan pengetatatan mudik itu. Sehingga, sebelum tanggal 6 Mei lalu, beberapa calon penumpang membatalkan tiket.

” Nah berita-berita Pemerintah di TV, masyarakat mengira itu larangan tanggal 22 kemarin. Apalagi kan, kadang beda ya pemikiran dan pergaulannya, jadi dengar dan baca sekilas aja dari judul berita, ” tambahnya.

Belum Ada Yang Pesan Tiket Balik

Lantas demikian, para calon penumpang hingga saat ini, Ia melihat ketakutan membeli tiket arus balik nanti.

Pun selanjutnya, Ia meminta agar kebijakan ini benar-benar berlaku tanpa ada tebang pilih. Itu artinya, tidak ada moda transportasi yang menyediakan layanan mudik.

” Ya kita setujulah dengan aturan pemerintah, tapi kita minta ini diterapkan tanpa tebang pilih. ” tutupnya.

Terakhir, Ia juga berharap, informasi soal arus balik pasca pelarangan Mudik nanti, dapat tersampaikan secara jelas pada tiap-tiap masyarakat. (Tr01)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube