BERITA JAMBI – Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Jambi menggelar acara penyuluhan hukum, terkait bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Acara yang di laksanakan pada Minggu (11/04) ini, di gelar di cafe Pinggiran Danau Teluk seberang Kota Jambi, sekitar pukul 16.00 wib di lokasi.
Serangkaian kegiatan berlangsung lancar ini, juga melangsungkan acara bekunyah, yakni merupakan salah satu programTV swasta di Jambi.
Baca juga : Jadi Bandar Narkoba, Pria di Bengkulu Ini Berangkatkan Orangtuanya Haji
Secara bersamaan acara ” berkunyah” seluruh peserta yang hadir, menikmati sajian khas masakan seberang, sembari menyaksikan acara terakhir pemutaran film pendek berjudul “getah narkoba”.
Film yang di putar dalam penyuluhan bahaya narkoba oleh FBN ini, merupakan suatu kisah nyata yang menggambarkan kehidupan di penjara. Hal ini karena hidup dengan bandar narkoba.
Selain itu, kegiatan yang berlangsung lancar di hadiri pemateri dari BNNP provinsi Jambi, dr Mario dan Ketua DPW FBN Provinsi Jambi Rita Anggraini.
Kemudian, kegiatan yang juga menghadirkan moderator dari Kesbangpol Provinsi Jambi Fiet Haryadi ,di ikuti oleh pemuda pemudi Kota Seberang Jambi, yang tergabung dalam Garuda Dantel dan FKM-JKS .
“Tolak dan awasi peredaran narkotika sebagai wujud bela negara. Mari sayangi dan perangi narkoba, di mulai dari keluarga dan lingkungan di sekitar tempat tinggal kita,” ungkap ketua FBN.
Bahaya Narkoba Versi Dokter
Sementara itu, menurut dr Mario penyalah gunaan narkoba, adalah penggunaan patologik. Sehingga mengakibatkan hambatan dalam fungsi sosial.
Bukan cuma itu, akibat dari penyalahgunaan ini, kedepan nanti adanya suatu ketergantungan narkoba dalam gangguan jiwa. Di mana yang di sebabkan gangguan otak, yang Menimbulkan perubahan perilaku. Bahkan, terapinya adalah kombinasi antara fermakoterapi dengan terapi perilaku.
“Narkoba itu mempengaruhi kondisi fisik, mental dan sosial. Jadi jangan coba-coba untuk memulai, katakan stop untuk narkoba,” ungkap dr Mario.
Lihat juga video : Ruang Inspirasi Podcast Gawean Dewan, Kades di Merangin Antri Jadi Bintang Tamu
Ia juga menuturkan, bahwa lingkungan sangat berisiko tinggi terhadap pengaruh narkoba, di antaranya di pengaruhi oleh sikap masyarakat berkaitan dengan kultur lingkungan. Adanya tokoh pemuda atau remaja yang menggunakan narkoba, serta penegakan hukum yang kurang konsisten.
“Mari bersama kita cegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba, terutama dalam keluarga dan lingkungan sekeliling. Karena hal ini akan sangat merugikan diri sendiri, serta rusaknya generasi penerus bangsa. Apabila sudah terlibat dalam peredaran dan penggunaan narkoba,” paparnya.
