Harga CPO Mengalami Fluktuasi, Naik Tipis Hari Ini

JAKARTA – Masuk bulan Agustus, harga CPO mengalami fluktuasi tetapi masih berada di atas RM 2.700/ton. Tak ayal, harganya pun hanya menguat tipis.

Usai terkoreksi Rabu kemarin, walau CPO mengalami Fluktuasi harga CPO hari ini Kamis (6/7/2020) mencatatkan penguatan tipis.

Baca juga : Disdukcapil Muaro Jambi Gelar Adminduk Keliling ke Desa

Pada 11.00 WIB, harga CPO untuk kontrak pengiriman Oktober, di Bursa Malaysia Derivatif Exchange menguat 0,4% ke RM 2.728/ton. Kemarin harga CPO ditutup di RM 2.717/ton.

Harga Tertinggi

Harga CPO saat ini merupakan harga tertinggi sejak 11 Februari 2020. Harga CPO menyentuh level terendahnya pada 6 Mei 2020, ketika per tonnya dibanderol di bawah RM 2.000.

Namun seiring dengan relaksasi lockdown, yang terjadi di banyak negara terutama negara importirnya. Harga CPO berangsur naik akibat membaiknya permintaan terutama dari India, Uni Eropa dan China.

Sejak 7 Mei 2020, harga CPO mengalami tren kenaikan hingga hari ini. Pada periode 7 Mei – 5 Agustus 2020, harga CPO telah mengalami kenaikan sebesar 39,62%.

Hari ini penguatan harga CPO lebih dikarenakan adanya ekspektasi, pada penurunan stok minyak sawit bulan Juli. Stok akhir Juli diramal turun 11,94% dibanding akhir Juni, akibat kenaikan ekspor dan penurunan produksi akibat penurunan tenaga kerja.

Perusahaan surveyor kargo Societe General de Surveilance, melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia pada bulan Juli naik 10,7% dibandingkan dengan bulan Juni.

Namun pada periode lima hari pertama bulan ini, ekspor turun 20% dibandingkan dengan periode yang sama bulan lalu.

Sentimen tersebut yang membuat kenaikan harga CPO, tak bisa banyak-banyak hari ini. Selain itu ada beberapa faktor lain yang menahan penguatan, lebih lanjut harga CPO.

Pertama adalah penguatan ringgit terhadap dolar AS. Ringgit Negeri Jiran yang menguat membuat harga CPO, menjadi lebih mahal bagi para pemegang dolar AS.

Disisi lain harga minyak nabati, substitusinya juga cenderung melemah.

Untuk kontrak minyak kedelai yang paling aktif diperdagangkan, di Dalian terkoreksi 0,76%, sementara untuk kontrak minyak sawitnya juga 0,54%.

Sumber : CNBCIndonesiaCNBC Indonesia

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033