JAMBI – Mengurangi dampak ekonomi Covid-19, pemerintah kabupaten gratiskan PDAM. Kabupaten lain gratis PDAM 3 sampai 5 bulan, Kota Jambi hanya 2 bulan.
Tak ayal, warga mengeluh dan membandingkan kesigapan pemerintah daerah lain. Konyolnya, tak sedikit yang melaporkan meledaknya tagihan PDAM.
“Seharusnya pemkot jadi contoh kabupaten. Sudah gratis cuma 2 bulan, tagihan malah meledak,” ungkap Supri, warga Telanaipura.
Pelanggan PDAM ini mendapati tagihan tiba-tiba meledak. Anehnya, pemakaian biasa 9-10 kubik, kini mendadak 50 kubik.
Menanggapi hal ini, Dirut PDAM Tirta Mayang, Erwin Jaya Zuchri memberikan tanggapan. Soal gratis, PDAM Tirta Mayang membenarkan 2 bulan.
“Yang dapat itu 2 bulan. Golongan sosial dan Golongan Rumah Tangga 1. Pemakaian untuk April dan Mei. Bayarnyo Mei dan Juni,” katanya, Senin (09/05/2020) malam.
Berita Terkait : Gratis PDAM 5 Bulan dan Pajak, Ini Keputusan Bupati Muaro Jambi
Berita Terkait : Dampak Corona, Bupati Batanghari Gratiskan PDAM 3 Bulan
Lihat Video : Patroli Covid-19, Merangin Batasi Warung Hingga Jam 10 Malam
Gratis PDAM Kota Jambi ini didapatkan sekitar 26 ribu pelanggan dari 83 ribu pelanggan.
Disinggung lebih rendah dibanding Gratis PDAM Merangin dan Batanghari 3 bulan atau Muaro Jambi bahkan sampai 5 bulan, soal Kota Jambi Erwin bicara subsidi.
“Sekarang begini, setahun nian biso gratis. Sanggup dak pemerintah subsidi? Sekarang kayak gini, kalau gratis, kami bayar listrik gimana? Gaji karyawan dari mana?,” kata Erwin.
Bilang Erwin, untuk 2 bulan gratis diperkirakan secara potensi menelan anggaran 4,2 Milyar.
“Belum secara real, tapi potensi, itung-itungan itu 4,2 Milyar. Nambah lagi 2 bulan, tambah lagi 4,2 M,” katanya.
(Red)
