Tampil Gemilang, Timnas U23 Bakal Kewalahan Hadapi Strategi UEA

JAKARTA – Timnas U-23 menunjukkan performa yang mengesankan sepanjang laga Grup A. Meski sempat takluk 1-2 dari Palestina, mereka mampu menghajar Taiwan 4-0, Laos 3-0, dan Hong Kong 3-1. Sementara Timnas Uni Emirat Arab, menelan 2 kekalahan yakni menghadapi Cina 1-2 dan 1-0 ditangan Suriah. Kemenangan, didapatkan dari Timor Leste dengan skor 4-1

Meski memiliki rapor lebih baik, tentu skuat Garuda Muda tak akan mudah untuk bisa mengukir kemenangan atas UEA, Jumat (24/08)

Walaupun tak memiliki kualitas teknik yang luar biasa layaknya China, Jepang, dan Korea Selatan, UEA bisa menjadikan postur sebagai senjata andalan mereka. Dan keunggulan postur akan sangat berguna bagi mereka saat menghadapi Timnas U-23.

Terkait hal itu, Evan Dimas memastikan bahwa postur bukan penentu siapa tim yang bakal menang di laga nanti. Ia menegaskan bahwa kepercayaan diri Timnas U-23 juga bisa jadi faktor yang menentukan hasil pertandingan.

“Tidak masalah (soal postur). Main bola kan 11 orang. Kita main bola, bukan berantem, jadi enggak masalah. Meski kita postur kecil, tidak usah minder. Yakin saja pada kemampuan diri sendiri,” ujar Evan Dimas usai sesi latihan di Lapangan ABC Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (23/8) dilansir dari Bola.com

Di babak 16 besar, timnas U-23 Indonesia akan bertemu dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang lolos sebagai salah satu dari empat negara peringkat ketiga terbaik.

Kali ini tim asuhan Luis Milla itu akan berlaga di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, pada Jumat (24/8/2018).

Pada fase gugur, untuk pertama kalinya timnas U-23 Indonesia akan bermain pada pukul 16.00 WIB.

Sebelumnya di Grup A, Stefano Lilipaly dan kolega selalu bermain pada pukul 19.00 WIB.

Jika meraih kemenangan melawan UEA, maka timnas U-23 Indonesia akan melaju ke babak 8 besar.

Lawan-lawan yang akan dihadapi timnas U-23 Indonesia antara Korea Utara atau Bangladesh.

Lolos ke babak 16 besar juga merupakan konsistensi timnas U-23 Indonesia di ajang multi event terbesar kedua di dunia.

Pada edisi empat tahun lalu di Korea Selatan, di bawah asuhan Aji Santoso, timnas U-23 Indonesia juga menembus ke babak 16 besar.

Sayangnya, kala itu tim Merah Putih harus mengakui ketangguhan Korea Utara dengan skor 1-4.

Prestasi yang dibanggakan saat Asian Games 2014 yakni terpilihnya Ferdinand Sinaga menjadi top scorer dengan torehan enam gol.

Pada babak 16 besar, pihak panitia hanya menggunakan Stadion Patriot dan Stadion Wibawa Mukti.

Hanya tiga wakil dari Asia Tenggara yang lolos ke babak 16 besar, yakni Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

Uniknya, ketiga negara Asia Tenggara itu keluar sebagai juara grup. Laga terakhir, Vietnam untuk pertama kalinya lolos ke babak 8 besar usai menaklukkan Bahrain 1-0. Sementara Malaysia, menghadapi Jepang.