TANJABBAR – Dewan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, minta kepada pemerintah daerah, agar tutup sementara operasi di perusahaan PetroChina.
Hal itu terkait dengan adanya 4 orang karyawan, dari perusahaan migas tersebut yang positif terpapar Corona.
Baca juga : MPC PP Merangin Lengkapi MPW Pemuda Pancasila Jambi
Hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan DPRD Tanjabbar Syufrayogi Syaiful, saat dikonfirmasi Minggu (19/7/20).
Ia dengan tegas inta pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), segera tutup operasi perusahaan PetroChina sementara, selama 14 hari kedepan.
“Mereka ini tidak patuh terhadap protokol kesehatan Provinsi Jambi, kita minta Pihak pemkab Tegas. Surati pihak perusahaan petrochina tutup 14 hari,” tegasnya.
Selain itu, anggota Komisi II DPRD Tanjabbar ini juga mempertanyakan, tentang rujukan rumah sakit yang resmi. Dimana telah ditentukan protokol kesehatan Provinsi Jambi.
“Sampai saat ini kita tidak tahu rumah sakit mana itu dirujuk pasien, kok pihak PetroChina isolasi sendiri. Tanpa mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.
Masih dikatakan Yogi, rumah sakit rujukan resmi untuk wilayah Kabupaten Tanjabbar, yang telah ditentukan adalah rumah sakit KH Daud Arief Kuala Tungkal.
“Tidak ada rumah sakit atau pun puskesmas – puskemas lainnya. Rumah sakit daerah untuk rujukan di Tanjabbar, yang sudah ditentukan iya rumah sakit KH Daud Arief.” Sebutnya.
Lihat juga video : Klik Disini
Politisi Golkar ini juga menyarankan kepada Tim Gugus Tugas setempat, untuk melakukan rapid test kepada seluruh karyawan, yang bekerja di perusahaan raksasa tersebut.
“Iya harus di rapid rest semua karyawan nya, kalau tidak nanti di khawatir kan menularkan ke karyawan lainnya dan akan menyebar.” Tegasnya lagi. (hry)
