Wow Mantap, Balitbangda Siapkan Hak Paten Budidaya Maggot di Merangin

BERITA MERANGIN – Kepala Badan Balitbangda Merangin, Dedi Darmantias, Jumat (5/11/2021) pagi sambangi sentra Budidaya Maggot. Menariknya, Budidaya Maggot di Merangin itu bakal dibuatkan hak paten.

Bersama Kepala Dinas Perikanan Merangin, Mohammad Damay, Kaban Balitbangda dan jajaran meninjau langsung peternakan maggot yang beralamat di Lorong Ceria, Kota Bangko itu.

Dani Wahidin dan Suhendri beserta anggota komunitas Merangin Eco Green mendampingi kedatangan rombongan.

Usai kunjungan, Dedi Darmantias mengatakan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) mendukung komunitas yang telah berbadan hukum ini.

“Nah, nanti kami menghak patenkan. Hak paten, untuk menjadi inovasi daerah,” bilangnya.

Dedi yang sebelumnya Staf Ahli Bupati Merangin itu menjelaskan bila hal itu untuk mendukung kegiatan Balitbanda pada Stunting.

Pemenuhan kebutuhan gizi untuk menekan stunting itu, dengan mendukung Maggot berkembang jadi pakan ternak. Maggot yang berprotein tinggi, menghasilkan ternak yang baik.

Bilang Dedi, Ia sangat mendukung Budidaya Maggot. Budidaya ini membantu mengurangi sampah di Kabupaten Merangin sebagai pakan budidaya Maggot.

Menariknya, Ia mendorong pemanfaatan perkebunan sawit dengan Budidaya Maggot mengingat Merangin merupakan salah satu penghasil sawit terbesar.

Baca Juga : Merangin Terancam Malu, Bungo dan Kerinci Lirik Budidaya Ulat Maggot

Perlu inovasi pada budidaya. Dedi menyebutkan salah satunya dengan memproduksi Maggot menjadi pelet. Dengan menjadi pelet, Maggot bisa menjadi pakan ikan juga ayam dan itik.

Pengembangan itu, perlu juga dukungan semua pihak. Setidaknya ada 8 OPD terkait dengan Budidaya Maggot tersebut.

“Tidak cukup Dinas Perikanan. Ada hubungan dengan Dinas Perkebunan, misalkan sawit. Kita butuh ubi jalar, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan. Kita butuh sampah, Dinas LH,” katanya.

Pun demikian untuk pemasaran, butuh dukungan dari Dinas Koperindag Merangin.

Hak Paten Budidaya Maggot, Pakan Alternatif

Sementara Kadis Perikanan Merangin, Moh Damay mengatakan bila pihaknya memang tengah intens dengan pakan alternatif.

“Gepari. Gerakan Pakan Mandiri. Program yang harus dilaksanakan Dinas Perikanan untuk masalah pakan,” katanya.

Masalah pakan sendiri, sangat vital lantaran 80 persen budidaya ikan adalah kebutuhan pakan.

“Karena pakan, biaya operasional terlalu tinggi. Perlu ditekan,” katanya.

Lihat Juga : Budidaya Azolla di Merangin, Tanaman Penyelamat Petani Dari Kerugian

Baca Juga : Cukup Menggiurkan, Selain Untuk Pakan Ikan, Maggot Juga Bisa Hasilkan Rupiah

Tak seimbangnya budidaya dan pakan, membuat inovasi perlu dilakukan seperti pada pakan alternatif. Saat ini, bilang Damay, selain Maggot ada juga pakan alternatif untuk ternak ikan seperti Azolla, Wolfia, Indigofera dan lainnya.

 

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube