JAMBI – Musim kemarau yang saat ini terjadi, tampaknya tidak hanya berdampak pada petani tanaman seperti sayur, akan tetapi juga kelapa sawit yang mulai tidak produktif pada pembuahannya.
Seperti yang terjadi di Kabupaten Merangin, konon katanya saat ini banyak petani yang mengeluh akibat Kelapa Sawit di kawasan tersebut, tiap kali mau panen buah tidak seperti biasanya (alias trek).
Selain itu, harganya pun terus mengalami penurunan. Tak hayal para petani di Merangin pun banyak yang mengeluh, buah yang ngetrek dan harga yang rendah.
Akibatnya, banyak kekawatiran dari para petani dalam memenuhi kebutuhan mereka, sementara penghasilannya hanya berpangku tangan pada tanaman mingguan tersebut.
Namun disisi lain, musim kemarau ini juga disinyalir dapat berdampak pada produksi Ikan pada setiap keramba di Jambi.
Dikatakan salah seorang petani ikan kerambah jaring apung di Pematang Jering, yang mengeluh akibat kematian ikan nya yang sangat drastis, bahkan lebih dari 50 persen.
“Kito masukin bibit ikan nila satu Keramba ini sekitar 6.000 bibit, paling kencang panen itu hanya 2.000 ikan,” sebutnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait ikan yang mati tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi, Temawisman menyampaikan bahwa kemarau saat ini belum berdampak pada petani Keramba jaring apung, khususnya ikan Nila yang berada disepanjang aliran sungai Batanghari.
“Saat ini, Keramba jaring apung disungai Batanghari banyak yang kosong, dalam arti bukan kosong ikannya tetapi masih dalam benih, belum untuk konsumsi dan belum untuk dipanen,” katanya, saat dihubungi Dinamikajambicom, Sabtu (3/8/19).
Dirinya mengatakan hal tersebut terjadi dikarenakan para petani ikan keramba jaring apung bekejaran panen, saat idul fitri beberapa waktu lalu.
“Kalau untuk kemarau belum berpengaruh betul terhadap kematian Nila, yang pasti dari dulu dan saat ini kapasitas airnya dalam kondisi keruh dan pekat,” jelasnya.
Oleh karena itu, guna memenuhi kebutuhan ikan nila di Jambi, pihak DKP akan mendatangkan ikan nila dari Provinsi Tetangga.
“Ini khusus untuk ikan Nila, kalau untuk ikan lainnya sepertinya tidak ada masalah seperti patin,” tandasnya.
(Nrs)
