HUKRIM – Oknum anggota Satlantas Polres Muba berinisial Aipda ED, di laporkan ke Propam Polres Muba, karena di duga melakukan pelecehan di ruang tilang, Jumat (16/7) pagi.
Pelapornya karyawati berinisial S (19), warga Kecamatan Sungai Keruh, yang mengaku mendapat pelecehan seksual oleh Aipda Eds.
Baca juga : Kisah Bengkel Sepeda di Jambi, Tahun Kedua Pandemi
Dalam laporannya, S mengaku di lecehkan di ruangan tilang gedung Satlantas, Mapolres Musi Banyuasin, Kamis (15/7).
Afrizal SH, kuasa hukum S dari Kantor Hukum Muba International Law Office (MILO) pimpinan Dr Wandi Subroto SH MH mengatakan. Bilangnya kliennya di peluk dan (maaf) payudaranya, di pegang oleh Aipda ED di ruang tilang.
“Benar tadi kami sudah mendampingi klien kami melapor ke Propam Polres Muba. Kami mengadukan Aipda ED, di duga melakukan perbuatan pelecehan seksual kepada klien kami,” tutur Afrizal.
Afrizal menjelaskan, kronologis dugaan pelecehan yang di alami kliennya oleh Oknum anggota Satlantas Polres muba.
Awalnya, korban di bonceng oleh temannya dengan sepeda motor. Korban di cegat polisi di salah satu persimpangan di ruas kota Sekayu, karena tidak mengenakan helm.
Selanjutnya korban, di bawa ke ruangan tilang. Sedangkan rekannya tidak.
Di dalam ruangan Aipda ED, kata Afrizal, sempat menanyakan soal tilang itu.
“Korban kemudian mengalami pelecehan itu, klien kami berontak dan mau keluar dan sempat di tahan pintunya. Kemudian klien kami akhirnya keluar sambil menangis, lari ke tempat petugas jaga,” tandasnya.
Menurut Afrizal, Aipda ED sempat mengejar dan meminta maaf kepada korban atas kejadian tersebut.
“Klien kami tidak terima perbuatan tersebut, makanya kali ini dilaporkan ke Propam,” jelasnya.
“Kita akan lihat bagaimana proses pelanggaran etiknya, tidak menutup kemungkinan kita melaporkan pidananya,” tandasnya.
Provost Polres Muba Lakukan Investigasi
Kasatlantas Polres Muba AKP Sandi Putra SIk membenarkan, adanya laporan terhadap anak buahnya ke Propam Polres Muba.
“Anggota yang di laporkan, masih di laksanakan investigasi oleh Provost Polres Muba. Dan hasil investigasi akan di sampaikan, oleh humas Polres Muba nanti bang,” ujar Sandi.
Terkait penilangan yang di lakukan, Sandi menjelaskan pihaknya tidak melakukan razia saat itu.
Kendati demikian, Sandi mengaku memerintahkan anak buahnya untuk melakukan kegiatan hunting di karenakan sebelumnya ada kejadian laka lantas. Di mana ada sepeda motor menabrak pinggir truk dan tidak memakai helm, hingga mengakibatkan luka serius.
Berita lain : Door to Door, Kapolres Muaro Jambi Bagikan Sembako ke Masyarakat
“Saya pasti evaluasi (SOP), mengingat adanya laporan pasti ada evaluasi dari saya. Benar atau tidaknya saya tetap lakukan investigasi,” imbuhnya.
“Langkah-langkah yang saya lakukan ke depan harus lebih ekstra lagi mengawasi. Dan mengevaluasi kegiatan tersebut,” pungkas Sandi.
Sumber : Pojoksatu.id
