Semenjak Pandemi Covid-19 memasuki Indonesia, tampaknya memunculkan budaya bersepeda. Tak hanya di Nasional, hal ini juga terjadi hingga ke daerah. Berikut kisah pemilik usaha bengkel sepeda di Jambi.

Kisah Bengkel Sepeda di Jambi, Tahun Kedua Pandemi 

Berita Bisnis Berita Jambi

BERITA JAMBI – Semenjak Pandemi Covid-19 memasuki Indonesia, tampaknya memunculkan budaya bersepeda. Tak hanya di Nasional, hal ini juga terjadi hingga ke daerah. Berikut kisah pemilik usaha bengkel sepeda di Jambi.

Boleh di katakan menjamur, kini kebiasaan bersepeda itu di geluti banyak pihak. Pada Dinamikajambi.com, akrab di sapa Babe menjelaskan awal perkembangan sepeda di Jambi.

Baca juga : Gubernur Jambi Serahkan Bantuan 100 Juta, Pada Korban Kebakaran Tanjabtim

Menurut owner bengkel sepeda Babe Bike di Jambi ini, perkembangan sepeda dulunya di mulai dari Kota Yogyakarta. Baik dari sepeda onthel, hingga sepeda lipat atau city bike. Namun, Ia melihat puncak keramaian sepeda di Jambi, semenjak awal Pandemi Covid-19.

“Di mulai dari masa kebangkitan ontel, 1 dekade lalu, tepatnya 2008. Ledakan ontel awalnya di Jogja, muncul dimana-mana. Di samping kota pelajar, Jogja kan kota sepeda. Nah, 2010 berkembang ke sepeda fixie, awal Covid ya, ” ungkapnya.

2020 Marak Seli (Sepeda Lipat)

Selain di pengaruhi oleh sebagian besar Kepala Daerah, hingga tokoh-tokoh berpengaruh akhir-akhir ini, mulai menggeluti sepeda.

Ternyata, Pria yang lama bercokol di Yogyakarta ini, mengamati budaya bersepeda di Jambi telah di kenal di Jambi sejak 2010 lalu.

Tak semata-mata di gunakan sebagai alat transportasi, Babe menyebutkan sepeda juga sebagai sarana berolahraga. Akan tetapi, sayangnya masyarakat Jambi mulai membiasakan bersepeda sejak 2020 silam.

“Padahal Seli itu 2010 sudah familiar di Jambi, bersamaan dengan fixi. Tapi, masih segelintir orang yang pakai. Asumsi masyarakat Jambi, Seli itu sepeda anak-anak, karena lebih mini. Nah, saat Pandemi, ujuk-ujuk dengan varian baru, jadi trend,” jelasnya.

Sempat Kewalahan Layani Goweser

Melihat peluang itu, Pria kelahiran Brebes Jawa Tengah ini mengatakan, sejak masa sekolah, telah hoby bersepeda.

Bahkan suatu waktu, ketika hijrah ke Kota Jambi untuk mengeyam pendidikan. Oleh karena senang bersepeda ke Kampus, Ia di juluki sebagai Rano Karno.

Melihat peluang dan membludaknya pengguna Sepeda di Kota Jambi, Pria yang dulunya aktif sebagai Penulis dan Sutradara Film ini, pada awal tahun 2020 memutuskan mendirikan bengkel ‘Babe Bike’.

“Mulai menggeluti secara total, ya saat booming sepeda saat Pandemi ini. Waktu itu, sepeda Babe ada sepeda 6 unit. Di garap, di elap, digowes, yaudah buka bengkel sekalian. Karena, Babe hobi berat dengan sepeda,” tukasnya sembari tertawa.

Tak hanya membuka layanan bengkel sepeda, di awal berdirinya ‘Babe Bike’. Pria yang gemar dengan Sastra ini, sempat bisnis jual beli sepeda.

Bahkan, sakin membludaknya masyarakat Jambi gemar bersepeda, Babe Bike sempat kewalahan melayani goweser.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

“Waktu boomingnya, sampai nolak karena kewalahan. Gak pernah sepi, sampai penghujung akhir tahun, mulai landai waktu Lebaran kemarin. Nah, sekarang mulai naik lagi, dengan hadirnya komunitas-komunitas.” tutupnya

Sekedar informasi, selain melayani bongkar pasang dan mencuci sepeda. Pihaknya, turut menyediakan berbagai spare parts, yang kini tersohor di Jambi. (Tr01)