Travel Gelap Rugikan Penumpang, Begini Kata Ketua DPD Organda

JAMBI – Bak sebuah tradisi, perayaan hari raya selalu diramaikan dengan mudik. Tak terkecuali dengan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, para pemudik bakal lebih ramai seiring panjangnya waktu liburan.

Untuk mudik, pilihan perjalanan mudik tersedia berbagai pilihan dan kebutuhan. Meski demikian, salah memilih angkutan mudik, bakal merugikan perjalanan dan bahkan masa depan.

Madian Saswadi, Ketua DPD Organisasi Gabungan Ang­kutan Darat (Organda) Provinsi Jambi memaparkan kerugian untuk penumpang angkutan gelap. Salah satunya kerugiannya travel gelap atau ilegal, bilang Madian, tidak tercover oleh Asuransi Jasa Raharja.

“Sopir lari dari tanggung jawab dari suatu kejadian, atau kecelakaan misalnya. Karena kita tidak mengetahui perusahaan dari travel itu. Kalau sudah begitu, kemana masyarakat akan menuntut? Tapi, bila perusahaan jelas, tentu sopir akan berpikir panjang bila berniat yang bertindak yang tidak tidak. Sopir travel yang jelas, juga akan melindungi penumpangnya,” beber Madian.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2009-2014 itu juga mengingatkan pula akan tindak kriminal dalam perjalanan, perlu menjadi pertimbangan.

Madian mengatakan sosialisasi untuk angkutan sudah dilakukan jauh hari. Disinggung dengan banyaknya masyarakat yang memilih angkutan gelap, Madian mengatakan lantaran ketidaktahuan perbedaan angkutan legal dan ilegal. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memikirkan resiko yang akan timbul bila mengunakan travel gelap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *