Toilet WFC di Tanjabbar Jadi Sorotan, Pengunjung : Banyak Botol Berisi Air Seni

BERITA TANJABBAR – Pembangunan toilet tempat wisata WFC di Tanjabbar, dianggaran oleh Pemerintah Kabupaten setempat sekitar ratusan juta. Namun, saat ini bagai tak bermanfaat, dan hanya jadi pajangan saja.

Sebelumnya Pemkab Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) pada tahun 2020, telah membangun sarana mushola dan toilet ditempat wisata Ajungan Marina Pengabuan, atau Water Front City (WFC).

Baca juga : Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional, Salah Satunya Dari Jambi

Pada pembangunan ini Pemkab juga menggelontor dana hingga ratusan juta, untuk sarana toilet WFC di Tanjabbar ini.  Hal itu bertujuan untuk kenyamanan para pengunjung yang datang dari luar kota, untuk shalat maupun buang air kecil.

Sayangnya, fasilitas toilet dan musholla yang dibangun melalui dinas Disparpora, yang baru selesai di bangun beberapa bulan lalu ini, seakan tidak bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung wisata tepi sungai Pengabuan ini.

Selanjutnya, tidak sedikit pula para pengunjung yang datang, untuk berlibur ke salah satu Icon Kabupaten pesisir ini, yanh mengeluhkan fasilitas yang dibangun Dinas Disparpora tersebut

Toilet Selalu Dikunci

Pengunjung mengeluhkan sarana yang tidak memadai, terutama toilet dan tempat sholat yang selalu tutup rapat.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh salah satu pengunjung asal Jambi Aldo pada media ini, Selasa (10/11/2020).

Ia menyebutkan bahwa Fasilitas yang disediakan ini, tidak bisa di manfaatkan. Hal ini karena pintu toilet, dan mushola selalu terkunci rapat. Selain itu, air di tempat tersebut juga tidak ada.

“Kita mau buang air tidak bisa, pintunya terkunci. Dan airnya pun tidak tersedia,” keluhnya.

Ia juga mengatakan, bahwa di lokasi toilet yang dibangun cukup sempit, dan banyak botol aqua berisi air seni, yang baunya sangat menyengat hidung.

“Kita merasa kecewa saat terdesak akan buang air, tapi kondisi pintu toilet dan musholla selalu terkunci,” sebutnya.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Hal senada juga dirasakan oleh Yusfa, salah satu pedagang sekitar. Di mana Ia sangat menyayangkan dibangun bagus-bagus, dengan dana ratusan juta. Akan tetapi, nyatanya tidak bisa dimanfaatkan dan membuat kecewa para pengunjung.

“Kenapa toilet dan mushalla selalu terkunci, padahal pada hari libur pengunjungnya sangat banyak. Dan selalu bertanya mencari tempat sholat dan toilet,” ungkapnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033