MEDAN – Acara Dzikir dan Doa warga untuk memenangkan pasangan Capres 01 yang berlangsung di Jalan Garu 1 Kelurahan Harjosari 1 Kecamatan Medan Amplas yang dihadiri ribuan orang mendapat teror dari seorang pria dengan menggunakan sepeda motor matic Honda Vario BK 6098 AHC dan berteriak “Ada bom”.
Akibatnya sebagian warga yang menghadiri acara Dzikir dan Doa yang dihadiri ribuan orang itu heboh.
Insiden yang dimeriahkan Hadad Alwi itu membuat kehebohan dan kepanikan. Untung pihak Polsek Patumbak yang berjaga jaga dilokasi acara bertindak cepat dan tegas mencari pelaku dan akhirnya berhasil menangkap dan langsung memboyong pelaku ke Mapolsek Patumbak untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan.
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SH SIK di dampingi Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak SH MH langsung membentuk Tim. Selanjutnya Polisi melakukan pengembangan dan menggeledah rumah pelaku Hendra Tobing alias Kibo yang berada di Jalan Garu 2B Kelurahan Harjosari 1 Medan Amplas.
“Ketika rumahnya kita geledah, Polisi menemukan dan mengamankan beraneka ragam jenis senjata tajam berupa 4 buah golok, 4 pisau pisau, pistol, alat timbang elektrik dan alat hisap sabu berikut satu paket sabu siap edar,” jelas Kapolsek menambahkan.
Untuk saat ini belum diketahui apa motif pelaku berteriak-teriak “Ada Bom-Ada Bom” di lokasi acara pada Jumat (22/2) malam.
“Namun walaupun begitu saat ini kita masih mendalami apa tujuan tersangka mengatakan dan berteriak ada bom,” ujarnya.
Ditempat terpisah menurut keterangan saksi Ir Siregar (51), kepanikan terjadi setelah peserta Dzikir dan Doa mendengar teriakan BOM.
“Pada hal acara Dzikir dan Doa yang diikuti ribuan peserta tengah berlangsung,” kata Ir sembari menambahkan kalau pelakunya adalah seorang pria yang tubuhnya penuh tato ini kerap membuat warga sekitar resah.
Sementara Informasi lain juga menyebutkan pria penuh tato badannya ini memiliki sederet kasus kriminal. “Warga di sini sudah sangat resah. Dia itu sudah berulang kali masuk penjara dan terakhir Hendra Tobing alias Kibo ini tak beberapa lama baru bebas dari penjara,” ucap teman Ir Siregar menambahkan.
Pantauan di Mapolsek Patumbak, tersangka Hendra Tobing alias Kibo pria badan penuh tato yang dikenal preman ternyata terlihat lihat cingeng. Dia menangis terus menerus di hadapan Kanit Reskrim.
“Tuhan marah sama kau, orang lagi berdzikir kau takut-takuti dengan berteriak ada bom,” ujar Kanit menasehati.
Namun mirisnya, nasehat Kanit Reskrim malah membuat suara tangis tersangka makin kuat.
Sumber berita : TopKota link berita klik disini
