BERITA JAMBI – Pahrin Wirnadian, sebelumnya pimpin SMAN Titian Teras Abdurrahman Sayoeti, kini jabat Kepala SMAN 9 Muaro Jambi. Usai pelantikan, Pahrin sebut merasa kaget.
Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris, beberapa waktu lalu lakukan sidak di SMA Titian Teras Abdurrahman Sayoeti. Yang mana, hasil dari sidak tersebut mendadak viral usai temukan sampah bertebaran di asrama para siswa.
Alhasil, selang waktu 3 hari pasca sidak, Pahrin secara resmi pindah tugas menjadi Kepala SMAN 9 Muaro Jambi. Pahrin tak lagi pimpin SMAN Titian Teras.
Pelantikan Pahrin berlangsung pada Rabu, (09/02/2022) siang.
Usai mengikuti pelantikan, Pahrin menuturkan, Ia menerima keputusan tersebut secara profesional. Bilangnya, hal itu telah melalui proses kajian dan aturan yang berlaku.
“Saya selaku bawahan, akan selalu mengikuti atasan,” ungkapnya.
Di samping itu, Ia menuturkan, merasa kaget menerima informasi terkait dengan mutasi dari SMAN Titian Teras.
“Saya kaget, dikasih tau pelantikan ini jam 11 siang atau jam 11.30 tadi. Saya di minta hadir jam 2, saya hadir. Kemudian, hari ini saya di mutasi, dipindahkan ke tempat baru, dan saya belum pernah kesana,” bebernya.
Petugas Kebersihan Sedang Off Day
Selanjutnya, menanggapi sidak Gubernur Jambi yang temukan sampah bertebaran di Asrama Siswa, Ia mengatakan, pada kejadian tersebut petugas kebersihan sedang off day pada hari Minggu
Tak ayal, Ia mengakui, saat sidak tersebut terdapat sampah bertebaran. Bilangnya, dalam satu barak asrama, di isi oleh sekitar 30 siswa dan terdapat sebanyak 24 orang petugas kebersihan.
Baca Juga : Sampah Berserakan di SMA TT Saat Sidak Gubernur, Warganet Kesal
“Karena memang, petugas kebersihan kita kerjanya dari Senin sampai Sabtu, pagi hingga sore. Nah, saya tidak tau mengapa, biasanya tidak begitu. Pada hari itu, lampu mati, Pak Gubernur dan Pak Kadis kesana. Memang, bungkus jajan anak-anak sedang numpuk di dekat pintu,” jelasnya.
Sementara, bilangnya, pada hari Minggu seperti biasa para siswa membuang sampah secara mandiri, guna terciptanya kebersihan asrama.
“Itu kan hari Minggu, biasanya malam anak-anak langsung, dikawal oleh wali asrama. Kebetulan memang, saat Pak Gubernur datang, sampah belum dibuang.” tutupnya. (Tr01)
