Sudah Diduga Pungli, Dana Sekolah Pakai Rekening …

KOTA JAMBI – Dunia pendidikan di Kota Jambi kembali disuguhi kabar yang tak sedap. Pasalnya, Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 30, Murdianis diduga telah terang-terangan melakukan Pungutan Liar (Pungli) kepada ratusan siswa-siswinya.

Bukan asal reka, hal itu terbukti dengan pengaduan dari ratusan wali murid kepada pihak Komite Sekolah pada 16 Oktober 2017 ini. Para wali murid mengaku mereka diperas oleh Kepala Sekolah mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah itu, merasa sudah tidak wajar dilakukan.

“Setiap STTB harus kami tebus Rp 35.000,- belum lagi Ijazah. Kami pernah juga nyetor Rp100.000,- untuk tebus STTB anak kami tapi Rp100.000 itu dak dibalikin lagi sisanya,” ungkap salah seorang wali murid pada rapat Komite (21/10).

Dan tak hanya itu saja, Murdianis juga selama ini telah menyalahgunakan wewenang dalam menjalankan tugas sebagai Kepsek. Terutama dalam penggunaan Dana BOS.

Dana yang di peruntukan untuk sekolah itu, bukannya masuk kedalam rekening sekolah, malahan masuk kedalam rekening pribadi miliknya.

“Bendaharawan Dana BOS SDN 30 sampai saat ini tidak pernah memegang/melihat fisik Uang. Dana BOS semuanya dikelolah oleh kepala sekolah” sumber:salinan Berita Acara Rapat antara Komite dan wali murid.

Dalam kejadian ini majelis guru juga menilai bahwa Kepala Sekolah ditempat mereka mengajar sangat tidak kooperatif, karena semua keputusan tidak pernah melibatkan pihak komite.

Salah seorang Komite Sekolah, Sutrisno yang berhasil di konfirmasi dinamikajambi.com Sabtu malam (26/10) mengatakan, persoalan seperti ini baru kali ini terjadi di SDN 30 Kota Jambi, dan kejadian yang baru satu kali ini sangatlah patal.

“Berdasarkan hasil rapat didapat hasil untuk meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk segera mengganti Kepala Sekolah tersebut,” tegasnya.

Untuk diketahui, kejadian seperti itu sudah terjadi dari beberapa tahun silam namun selalu dapat diredam, hal itu dibuktikan dengan beberapa kali surat pengaduan wali murid dilayangkan ke pihak Diknas Kota Jambi bahkan ke Walikota Jambi dan tidak mendapatkan tanggapan. (One)

You cannot copy content of this page