Soroti Kemingking Ecopark, Akademisi Jambi : Harus Berdayakan Tenaga Kerja Lokal

BERITA JAMBI – Soroti Kawasan Industri Kemingking Ecopark di Kabupaten Muaro Jambi, Akademisi Jambi minta pemerintah harus pikirkan masyarakat, dengan cara berdayakan tenaga kerja lokal.

Hal ini di sampaikan Direktur Lembaga Kajian Public Trust Institute (PUTIN), Dr Pahrudin, saat di konfirmasi Dinamikajambi.com, Rabu (24/02/2021).

Baca juga : Pertama di Jambi, Begini Kemegahan Kawasan Kemingking Ecopark Tahun 2029

Sebelumnya di ketahui, bahwa Pj Gubernur Jambi Hari Nur Cahaya Murni, memantau langsung perkembangan proyek Pusat Industri Terpadu Kemingking tersebut beberapa waktu lalu.

Kala itu, Ia di dampingi oleh Bupati Muaro Jambi Masnah Busro dan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Ahmad Fauzi Ansori. Sabtu, (20/02/2021).

Selain itu, di ketahui juga bahwa Proyek ini merupakan salah satu Program prioritas pembangunan nasional.

Bukan cuma itu saja, diperkirakan tahun 2029 nanti proyek ini akan rampung.

Sekilas, kawasan tersebut akan mendirikan pusat hilirisasi, juga mendirikan pusat bisnis, perumahan, rumah sakit. Bahkan pusat kajian sains dan teknologi.

Tentunya hal ini mendapat respon dari berbagai pihak, salah satunya Direktur Lembaga Kajian Public Trust Institute (PUTIN), sekaligus akademisi Jambi Pahrudin.

Menurut Pahrudin, ini kakan berdampak baik bagi peningkatan ekonomi. Oleh karenanya pemerintah atau kepala daerah, di minta untuk tetap konsisten dengan pembangunan tersebut.

“Konsep hilirisasi ini baik, harus di lihat peran pemerintah dan masyarakatnya. Kita terkadang kelemahannya ketika rezim atau kepala daerah berganti, kebijakannya juga berganti,” ungkapnya.

Tenaga Lokal

Di sisi lain, Ia juga menyoroti soal pemberdayaan tenaga kerja lokal. Di mana, menurutnya pemerintah harus berupaya melibatkan dan berdayakan tenaga kerja lokal. Sehingga nantinya dapat membantu masyarakat, khususnya menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kedepannya proyek dan kawasan industri terpadu ini, harus menyerap tenaga kerja lokal. Pembangunan ekonomi harus sejalan dengan pemberdayaan masyarakat,” bilangnya.

Kemudian, Ia juga meminta agar proyek nasional ini memperhatikan lingkungan sekitar. Sehingga tidak menyebabkan marginalisasi masyarakat.

“Ini kan dekat dengan pemukiman, jangan nanti terjadi sebuah pergeseran masyarakat sekitar, kearifan lokal hilang. Tidak ada masyarakat sekitar yang terpinggirkan, makanya sejak awal partisipasi masyarakat harus di berdayakan,” paparnya.

Doktor Lulusan S3 Ilmu Sosial Universitas Jambi ini menilai, bahwa pemerintah harus memperhatikan betul dampak positif dan dampak negatifnya.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Baginya, Sumber Daya Alam (SDA) Jambi yang melimpah ini dapat di olah menjadi barang jadi untuk di ekspor. Tidak hanya terpaku pada ekspor barang mentah.

“Sejatinya secara konseptual pembangunan ini baik, dari segi lingkungan juga di kaji. Dampaknya harus besar terhadap pembangunan ekonomi, tidak bersifat tetesan,” tutupnya. (Tr01)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033