Soal PPKM Level III Libur Nataru, Begini Penjelasan Gubernur Jambi

BERITA JAMBI – Guna menekan potensi lonjakan kasus saat Libur Nasional Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah akan memberlakukan PPKM Level III secara serentak di seluruh Indonesia. Tak terkecuali Provinsi Jambi, begini penjelasan Gubernur.

Adapun kebijakan ini di terapkan di bawah Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021. Ini tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019, pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 (Nataru).

Baca juga : UMP Jambi Tahun 2022 Naik 18 Ribu, Begini Penjelasan Kadisnaker

Al Haris Gubernur Jambi menuturkan, pihaknya sejauh ini belum mendapat surat resmi dari Mendagri. Namun, bilangnya, seluruh Gubernur dalam waktu dekat melakukan Rapat bersama Kemendagri, guna membahas PPKM Level III Libur Nataru.

“Kita tadi mau rapat dengan Pak Menteri, memang tadi ditunda, tidak jadi hari ini. Informasi sementara, pemberlakuan PPKM Level III itu mulai tanggal 24 Desember,” ungkapnya, Selasa (30/11/2021).

Larangan Mudik dan Pesta Kembang Api

Selanjutnya, guna mencegah lonjakan kasus Covid-19 saat Libur Nasional, seperti semula akan di berlakukan larangan mudik.

Dengan demikian, Ia meminta masyarakat agar tetap berjaga, meski angka Covid-19 saat ini mengalami penurunan yang derastis.

“Tentu, ini untuk mencegah potensi kerumunan saat Nataru. Kemudian, Menpan juga sudah buat surat, tidak ada cuti dan mudik. Intinya adalah, antisipasi lonjakan Covid-19 dan tidak boleh lengah, meskipun saat ini angka kasus turun drastis,” jelasnya.

Terakhir, pada PPKM Level III tersebut beberapa tempat-tempat umum akan dihentikan sementara. Salah satu contoh, Car Free Night yang rutin di gelar tiap Sabtu malam di Jambi.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Terakhir, Pemprov juga telah berkordinasi bersama instansi terkait, guna pengaturan tata Ibadah saat Hari Raya Natal 25 Desember mendatang. Terkhusus saat malam tahun baru, yang identik dengan Pesta Kembang Api, akan di tiadakan.

“Kita masih menunggu instruksi dari Mendagri dan Menko Ekonomi. Yang jelas, kita sudah mendata teman-teman yang ibadah di Gereja. Kemudian, saat merayakan Natal dan Tahun baru dengan meriah, misalnya ada acara kembang api jangan dulu lah. Kita akan keluarkan surat larangan itu.” tutupnya.  (TR01)

 

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033