UMP Jambi Tahun 2022 Naik 18 Ribu, Begini Penjelasan Kadisnaker

BERITA JAMBI – Upah Minimum Provinsi (UMP) Jambi, pada tahun 2022 ditetapkan naik sebesar 18.872 alias 0,72 persen, kini menjadi 2.649.034,24 Rupiah. Menjelaskan hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Jambi, Bahari Panjaitan sebut beberapa Provinsi lain tak mengalami kenaikan UMP.

Sebagamana di ketahui, kenaikan tersebut dimuat dalam, Keputusan Gubernur Jambi nomor 914/KEP.GUB/DISNAKERTRANS-3.3/2021 Tentang Penetapan UMP Tahun 2022. Yang mana, sebelumnya UMP Jambi sebesar 2.630.162,13 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen.

Kadisnaker Provinsi Jambi Bahari Panjaitan menjelaskan, kenaikan tersebut mengacu kepada formula, yang telah melalui pembahasan antara Dewan Pengupahan bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI).

Sehingga, atas beberapa pertimbangan inflasi hingga pendapatan per kapita, maka kenaikan hanya sebesar 18.872 rupiah.

“Pertimbangannya, tentu telah melalui formula. Diantaranya, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pendapatan per kapita dan jumlah anggota keluarga dalam 1 KK. Nah, itu penghitungannya melalui database terpusat,” ungkap Panjaitan, Selasa (30/11/2021).

Provinsi Lain Ada Yang Tidak Naik

Lebih lanjut, Bahari juga menjelaskan, untuk Provinsi Jambi sendiri saat ini merupakan peringkat ke-17 dari 34 Provinsi secara besaran UMP.

Oleh karenanya, dengan kenaikan UMP Jambi tahun 2022 sebesar 18 ribu tersebut, bilangnya, Jambi merupakan salah satu Provinsi yang beruntung.

Baca Juga : May Day, Ketua Organda Jambi Soroti THR Pekerja Transport di Hari Buruh

“Kita masih mendingan, sebesar 0,72 persen itu. Sementara, ada juga provinsi lain yang tak naik sama sekali,” bebernya.

Selain memiliki faktor pertumbuhan ekonomi dan inflasi, Bahari berasumsi, kenaikan upah tersebut di beberapa wilayah juga pengaruh dari besaran awal UMP. Semisal, sejumlah Provinsi di Pulau Jawa hanya memiliki UMP di bawah 2 juta rupiah.

“Contohnya, Sumsel dan Bangka Belitung itu tidak naik sama sekali. Mungkin, orang membandingkan kenapa di daerah Jawa naik. Misalnya, Jogja, Jawa Tengah, Jawa Timur sebagian naik. Karena memang, di sana UMPnya di bawah 2 juta. Bahkan, rata-rata di sana hanya 1,8 juta, sementara kita sudah 2,6 juta sekian.” tukasnya. (Rpa)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube