BERITA JAMBI – Dampak dari Pendemi Covid-19 sejak setahun silam mengharuskan kembali adanya Refocusing Anggaran di tahun 2021. Dana tersebut di gunakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Jambi, Hengki Tornado turut tanggapi hal ini.
Baru-baru ini di ketahui, Kemenkeu mengeluarkan Surat Edaran dengan nomor II/PK-2021, berisi tentang penyesuaian anggaran Dana Alokasi Umum (DAU). Tak terkecuali pada Provinsi Jambi, kabarnya akan memberlakukan Refocusing anggaran sebesar 542 Miliar.
Baca Juga : Pulihkan Perekonomian Jambi, Pemprov Potong Rp 398 M APBD 2021 Untuk Program PEN
Di ketahui sebelumnya Pemprov Jambi sedang lakukan inventarisir anggaran, usai lakukan Rapat bersama Badan Anggaran DPRD Provinsi Jambi, Jumat (12/03/2021). Selain untuk penanganan Covid-19, dana Refocusing juga nantinya di pergunakan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kabarnya sebesar 398 Miliar.
Terkait angaran dana PEN ini mendapat respon dari berbagai pihak, salah satunya Hengki Tornado, Ketua PKC PMII Jambi.
Saat di konfirmasi oleh DinamikaJambi.com, Hengki mengajak pemerintah provinsi belajar dari pengelolaan bantuan sosial di tahun 2020. Ia beranggapan, nantinya dalam pelaksanaan PEN 2021 soal pendataan harus benar-benar tepat sasaran.
“Provinsi Jambi pada tahun 2020 kami melihat yang menjadi masalah itu persoalan pendataan, banyak pendataan itu tidak sinkron. Banyak masyarakat yang selayaknya mendapat bantuan sosial, malah tidak terdata. Hal ini perlu kita jadikan referensi ke depannya,” bebernya.
Di ketahui sebelumnya, Program PEN ini kabarnya berbentuk Jaring Pengaman Sosial dan Pemberdayaan UMKM yang terdampak Covid-19.
Lihat Juga : Heboh, Diduga Oknum Kades di Sungai Penuh Nikahi Istri Orang?
Tak hanya soal pendataan, Mahasiswa S2 Hukum Universitas Jambi ini juga menyoroti pola penyalurannya nanti.
Menurut Hengki, Pemerintah harus benar-benar memberdayakan aparatur yang bersifat profesional, guna mengurangi potensi ketimpangan-ketimpangan yang ada.
“Solusi paling konkrit tentunya pemerintah melakukan kerja-kerja organisasi yang sesuai mekanisme, bila perlu libatkan mahasiswa, karena apa, independensi mahasiswa melihat persoalan ini dari segi kemanusiaan bukan dari sisi kepentingan,” tegas Hengki.
Control Sosial, PMII Jambi Terus Awasi
Sebagai Organisasi Eksternal Kampus, yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi.
Ia melihat, dengan adanya program ini nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Jambi yang terdampak Covid-19.
Tentu hal ini menurut Hengki, dapat tercapai apabila di terapkan dengan prinsip yang transparansi dan berintegritas.
“Tentu kami ingatkan PEN ini harus tepat sasaran, akuntabel dan yang terpenting harus transparan sesuai mekanisme dan aturan yang ada,” ujarnya.
Sebelum mengkordinatori PMII Jambi, mantan Ketua Cabang Sarolangun ini juga akan mengajak seluruh kader se-provinsi Jambi turut mengkritisi. Hal ini sebagai wujud hadirnya fungsi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Lihat Juga Video : Dulu Garang dan Sangar, Pemuda Pancasila Kini Bina UMKM
“Kami PMII akan terus melakukan pengawasan secara optimal terhadap kinerja pemprov Jambi. Terkhusus dalam penanganan covid yang kami nilai sejauh ini kurang efektif,” tutupnya.(Tr01)
