Setelah Puas Tiduri Siswi SMK Hingga Hamil, Oknum Perawat RSUD Ini Kasih Obat Gugur Kandungan

BERITA VIRAL – Ibarat kata pepatah, habis manis sepah di buang. Begitulah yang terjadi pada pria ini, Ia yang setelah puas tiduri siswi SMK hingga hamil malah lari dari tanggung jawab.

Bukannya di nikahi setelah puas tiduri siswi SMK tersebut hingga hamil, Ia malah memberikan obat penggugur kandungan kepada gadis tersebut. Hal ini pun membuat keluarga korban murka, sampai di polisikan.

Baca juga : Profil Ridoy Baboy, Pelaku Video Viral Wanita Bangladesh dan Botol di TikTok Ternyata

Di ketahui, Doni Deadi Subaktiar (31) salah satu perawat di RSUD Jombang, di tangkap petugas Polres Jombang , Selasa (8/6/2021).

Ia ditangkap polisi setelah di laporkan telah menyetubuhi ARD (17), siswi kelas 2 salah satu SMK di Jombang.

Akibat perbuatannya ARD kini tengah hamil. Bahkan ironisnya, bukannya bertanggungjawab oknum perawat asal Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang ini justru berusaha menggugurkan kandungan ARD.

Obat penggugur kandungan itu, yang ia memberinya obat yang di beli secara online.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan, kepada petugas tersangka mengaku telah enam kali menyetubuhi korban di rumahnya, saat rumah dalam keadaan sepi.

“Modusnya tersangka merayu korban yang baru di kenal dan di pacarinya, dengan iming-iming akan segera dinikahi,” kata dia.

Korban, katanya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK tak kuasa menolak dan melayani tersangka. Namun setelah korban hamil, tersangka justru tidak mau bertanggungjawab.

“Kasus ini baru terungkap, setelah orangtua korban memergoki putrinya mengkonsumsi obat penggugur kandungan, yang di beri tersangka,” timpal Kasatreskrim.

Berita lain : Respon Cepat Soal Listrik di Bahar, Ini Solusi Bupati Muaro Jambi

Tak terima dengan kasus ini, orang tua korban langsung melaporkan tersangka ke Polisi.

“Akibat perbuatannya, oknum perawat ini terancam akan di jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

SumberSINDOnews.com

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033