Bupati respon cepat keluhan di Bahar Group soal listrik. Panggil PLN, Selasa (8/6/2021) Bupati bersama DPRD berikan solusi ini untuk listrik di Bahar.

Respon Cepat Soal Listrik di Bahar, Ini Solusi Bupati Muaro Jambi

Berita Jambi Muaro Jambi Pemerintahan

MUARO JAMBI – Bupati respon cepat keluhan masyarakat di Kecamatan Sungai Bahar, Bahar Selatan serta Bahar Utara (Bahar Group) soal listrik. Panggil PLN, Selasa (8/6/2021) Bupati bersama DPRD berikan solusi ini untuk listrik di Bahar.

Sebelumnya, aliran listrik kerap mati dan mengganggu aktivitas masyarakat di 3 kecamatan di Bahar dapat solusi dari Bupati. Dengan pertemuan ini, menemui titik terang dengan 2 solusi.

Langkah nyata ini setelah Bupati Muaro Jambi Hj Masnah Busro SE memanggil pihak PLN Jambi rembuk dengan Masyarakat Bahar Group dari Gerakan Masyarakat Peduli Bahar atau GEMPAR. Bertempat di Rumah Dinas Bupati Muaro Jambi, pertemuan berlangsung.

Dalam audiensi ini, Bupati Masnah secara tegas meminta pihak PLN untuk mencarikan solusi atas keluhan masyarakat yang telah terjadi belasan tahun lamanya ini. Bupati minta untuk segera menyikapi masalah ini.

Baca Juga : Hadiri Halal Bihalal HKK Bahar Group, Bupati Masnah : Memang Sakti

Bupati juga siap membantu sepenuhnya seluruh upaya untuk memberikan kenyamanan kepada Masyarakat Bahar Group dengan aliran listrik yang tidak normal ini.

“Masyarakat Bahar jadi korban ketidak normalan listrik ini. Hampir setiap tahun harus mengganti elektronik karena rusak akibat listrik yang kerap hidup mati. Jadi tolong PLN carikan solusi atas permasalahan ini. Ini adalah hajat hidup orang banyak jangan berlarut-larut,” tegas Bupati.

PLN Tergagap, Bupati Menjawab

Sementara itu, PLN Jambi yang diwakili oleh Manager Perencanaan, Yudi menyebutkan bahwa atas permasalahan listrik Bahar Group ada 2 solusi. Solusi pertama jangka pendek adalah pembersihan jalur kabel yang selama ini terganggu dengan tanaman dan hewan.

“Solusi jangka panjang adalah merubah aliran listrik kalau selama ini bersumber dari GI Tembesi, maka kedepan akan dialihkan dengan memperpendek arus dengan menggunakan GI Bertam. Yang ini membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar senilai 26 M, akan kami ajukan solusi ini ke PLN Pusat,” jawab Yudi.

Namun Yudi tak bisa menjawab, kala wartawan menanyakan lamanya waktu untuk perbaikan dan pemadaman. Termasuk soal kebutuhan anggaran Rp 26 M.

Meski begitu, Bupati Masnah langsung merespon dengan upaya pemkab. Bilang Masnah, pemkab akan mendorong kebutuhan Gardu Induk tersebut.

Sementara solusi jangka pendek, akan ada UPTD di Dinas Perkim. Ini akan membantu PLN dalam masalah pemadaman, lampu dan lainnya.

“Ada beberapa pohon yang harus ditumbangkan. Hal-hal teknis lain dari PLN, seperti sambungan kabel dan sebagainya. Ini solusi jangka pendek,” terangnya.

Tak hanya itu, pemkab akan mengelontorkan anggaran untuk mobil sebagai operasional penebangan pohon. Kemudian ada mesin pemotong, yang juga untuk membantu kebutuhan tersebut.

(Red)