MERANGIN – Sempat mengiurkan, bisnis rental band di Merangin dan kabupaten lainnya kini malah di ujung tanduk. Bagaimana nasibnya kini, saat teknologi berkembang pesat.
Bumi Tali Undang Tambang Teliti sempat merajai panggung seni dan musik di Provinsi Jambi. Talenta Merangin sangat diperhitungkan. Keadaan ini membuat bisnis rental band tumbuh subur dan menjanjikan.
Namun dalam perkembangannya, Merangin mulai kehilangan taringnya. Sepinya event dan sponsor, menjadi salah satu penyebab runtuhnya nama Merangin di pentas seni dan musik.
Daswar Edi, salah satu tokoh seni di Kabupaten Merangin mengkhawatirkan kondisi ini. Mengingat perkembangan seni yang semakin terpuruk dan semakin kurangnya perhatian pemerintah, membuat pemilik Studio Music Zed ini sedih.
“Bukan hanya pada rental band yang saya miliki, tapi melihat pergaulan anak sekarang yang semakin tak terarah membuat saya miris,” ungkap Edi saat di temui di kediamannya baru-baru ini.
Baca Juga : Miliki Suara Yang Bagus, Buruh Bangunan Asal Jambi Ini Mendadak Viral di Medsos
Dikatakan Edi, Studio yang di milikinya masih memberikan pemasukan. Meski tak lagi mendapati antrian para pengila musik, Edi tetap bersyukur usahanya berjalan. Bilangnya, bisnis rental band di Merangin menurun sejak 2010.
“Kalau dulu, non stop sampai dinihari. Mulai dari pelajar, mahasiswa sampai para pekerja mengantri di sini. Sekarang, hanya para pelajar dan beberapa group saja. Penurunan mulai dari 2010 lalu,” katanya.
Baca Juga : Kisah Inspirasi Musisi Tunanetra di Jambi Yang Sempat Buka Konser Jamrud
Lihat Juga Video : Pekerja Bangunan Mendadak Viral Bersuara Emas
Meski mengalami penurunan omset, Edi tetap membuka studionya. Bahkan, kecintaannya pada dunia musik ini, staf pengajar di salah satu sekolah di Merangin itu, tak menaikkan harga rental studionya. Harga sewa, masih dari kali pertama di buka. Dia juga siap memberikan bimbingan bagi mereka yang membutuhkan.
(Red)
