Menjadi musisi, adalah pilihannya. Meski dengan keterbatasan, musisi tunanetra di Jambi ini ternyata sudah membuat album hingga jadi band pembuka konser Jamrud.

Kisah Inspirasi Musisi Tunanetra di Jambi Yang Sempat Buka Konser Jamrud

Berita Jambi Profil

BERITA JAMBI – Menjadi musisi, adalah pilihannya. Meski dengan keterbatasan, musisi tunanetra di Jambi ini ternyata sudah membuat album hingga jadi band pembuka konser Jamrud.

Musisi tunanetra di Jambi ini, Ondi Alvander Marbun namanya. Ia memiliki perjalanan panjang mengeluti dunia musik, hingga semangat hidup yang patut di teladani dan layak jadi inspirasi.

Awak media daring DinamikaJambi.com berkesempatan bertemu Ondi baru-baru ini. Sosok berkumis ini, sangat ramah dan humoris.

Baca Juga : Hadirkan Twentyone, Yuk Saksikan Live Musik Sambil Nyantai di Fellas Cafe And Resto Jambi

Dalam kisahnya, Ondi ternyata sempat mengikuti pendidikan di sekolah. Hingga pada saat kelas V SD, Ondi harus menghadapi kenyataan pahit. Penglihatannya terganggu saat mengikuti pelajaran.

“Pokoknya semua ku lihat biru. Semua biru,” katanya.

Karena Glukoma, penglihatan Ondi membesar dan perlahan kabur. Keluarga kemudian membawanya dari rumah sakit, ke rumah sakit.

Pengobatan alternatif, pun turut di lakukan demi penglihatan mata musisi yang tergabung bersama beberapa band.

Beberapa tahun, keluarga berjuang yang tentunya menguras keuangan, tak juga membuahkan hasil. Penyakit itu mengerogoti penglihatan Ondi yang pernah mengiringi Indra, The Rain.

“Saat itu, pandangan sudah tidak nampak, mau menulis buku, tulisannya besar-besar. Glukoma kan pelan-pelan,” katanya mengulang kisah hidupnya.

Tak Patah Semangat

Kenyataan itu, tak membuat Ondi patah semangat. Buktinya, Ia mampu dan bahkan mahir bermain musik. Meski terbatas penglihatan, Ia bisa bermain gitar.

Tak hanya itu, Ondi yang merupakan anak sulung itu dikarunia suara merdu juga mampu bermain keyboard dan tak main-main jago bermain drum.

Terus mengasah kemampuan, Ia masuk dalam komunitas gitar di Kota Jambi. Pria kelahiran Batam itu kemudian bergabung dengan beberapa musisi membentuk group band.

Lihat Juga : Kisah Inspiratif Pakde Hasan, Sang Pengrajin Ban Bekas di Jambi

Kado, group band di Jambi yang di gawangi Ondi pernah rekaman untuk album kaset pada 2006 hingga 2010. Roy Kevin, rekan Ondi di Kado, kemudian membentuk Golgota.

“Kemudian ikut festival ke festival, konser juga. Sampai konser Jamrud,” katanya.

Aktif di panggung sejak 2012. Ia tampil dari panggung ke panggung mulai dari café, kampus dan tempat lainnya.

Dalam perjalanannya, sudah 4 band yang digawangi hingga membuat album CD. Terakhir, Ia tergabung dengan All Mix Music yang terbentuk akhir tahun 2020 lalu.

“Di Vokal kita ada Erin, Bass Aprianto, Keyboard Budi dan Kevin bagian Drum. Dan untuk aku sendiri gitarisnya,” ungkap Ondi Alvander.

Pesan Musisi Tunanetra di Jambi

Budi Sagala, keyboard group band ini juga memiliki masalah dalam penglihatan. Jika Ondi sempat bersekolah, Budi malah tidak pernah mengenyam pendidikan.

Ia memilih dunia musik, pada umur 17 tahun Budi mengikuti kursus, les privat hingga bergabung sebagai musisi gereja.

Pada 2016 lalu, penglihatan semakin terganggu hingga hanya bisa melihat dengan mata kanan. Itu pun hanya dengan jarak dekat.

Ondi dan Budi begitu kompak. Keduanya sudah tak menyerah dengan keterbatasan hidup, dan malah tertawa lepas kala bersua awak media.

Lihat Video Aksi Ondi Bermain Gitar : Klik Disini

Lihat Video Ondi Alvander : Iringin Konser Indra The Rain : Sepanjang Jalan Kenangan

“Tidak ada keterbatasan. Keterbatasan itu di buat diri sendiri. Dia punya kaki, punya tangan, punya kuping dan segala macam, ya keterbatasan itu di buat diri sendiri. Dia bisa, bahkan  bisa lebih,” katanya.

“Sebenarnya itu, yang membatasi diri sendiri. Pada intinya, kita bisa melakukan apa pun,” pungkas Ondi.

6 anggota Band All Mix Music, bertemu kala event di Lippo Plaza, Matahari. Sejauh ini, mereka telah menciptakan 1 lagu.

(Red)

Kisah Inspirasi Ondi Alvander dan Budi Sagala berikut pesan menyentuhnya :