MUARO JAMBI – Pastardi, pasien terindikasi usus buntu yang sempat menurun kesehatannya, akhirnya mendapatkan perawatan setelah dibawa ke RSUD Raden Mattaher, Minggu (30/4) malam. Keluarga mengatakan, batal operasi lantaran tak memiliki biaya.
Hal ini didapatkan dinamikajambi.com dari keluarga pasien dan sumber dekat lainnya. Hasna, menantu Pastardi mengatakan, pembatalan tindakan operasi yang ditandatangani suaminya lantaran kemampuan ekonomi keluarga.
Petani sayur dengan pendapatan tidak menentu, membuat Pastardi maupun keluarganya tak memiliki simpanan besar. Hal inilah yang membuat pilihan pembatalan operasi yang ditawarkan dokter.
“Diminta operasi, kami tak punya uang. Diuruskan BPJS oleh mas Yus, eh besoknya malah dibilang ngak usah. Bisa dirawat,” ungkap Hasna menjawab awak media disela sela kegiatannya menanam sayur.

Kata warga RT 15 Dusun Teng Duo, Kebon IX Kecamatan Sungai Gelam itu, saat kedatangan mereka kali kedua, dokter yang tidak berada ditempat, membuat mereka mengambil pilihan rawat. Namun sayangnya, kondisi kesehatan pasien malah menurun.
“Tolonglah mas. Kami ini orang tak mampu. Cuma mengandalkan sayuran. Tanahnya pun dikasih pakai,” bilangnya meminta.
Sehari hari keluarga Pastardi mengandalkan tanaman sayuran dari kaplingan tanah yang dimiliki Yus Hernawan. Yus yang mengurus beberapa keperluan perobatan pasien, juga meminjamkan rumahnya untuk ditinggali.
“Kasian mereka. Penghasilan dari tanaman sayuran. Sebagai sesama manusia, kita harus saling menolong,” tutur Yus.
Sementara soal perobatan pasien yang dijemput anggota DPRD Provinsi Jambi, Salim itu, Yus mengatakan pelayanan membaik.
“Alhamdulillah. Tadi sudah baik pelayanannya,” katanya
