Polisi Main Mata Dengan Pemudik, Terancam Akan Dipecat

JAKARTA – Anggota polisi yang berani main mata dengan para pemudik, saat pemeriksaan di pos terpadu Covid-19, terancam akan dipecat.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo memastikan, tak ada anggotanya yang menerima uang sogokan, untuk meloloskan pemudik dari pemeriksaan di pos-pos pengamanan terpadu, Operasi Ketupat dan Larang Mudik.

Baca juga : Pasien Positif Covid-19 Tambah 4 di Jambi, Total 47

Sambodo menegaskan tak segan, untuk memecat anggotanya, yang terbukti menerima sogokan.

Hal itu disampaikan Sambodo dalam diskusi online bertajuk ‘Antisipasi Menghadapi Mudik Lokal Lebaran’ yang disiarkan langsung melalui Zoom, pada Rabu (6/5/2020).

Mulanya Sambodo ditanya ihwal, bagaimana memastikan anak buahnya, tidak bermain dengan pemudik di lapangan.

“Enggak perlu khawatir ada PAM internal kami yang mengawasi pelaksanaan kami. Bagaimana kami pelaksanaan di lapangan. Sudah ada pengawasan di internal, tentu ini anggota juga tidak berani main-main,” kata Sambodo.

Sambodo pun mengingatkan masyarakat, untuk melaporkan kepadanya. Apabila menemukan adanya oknum polisi, yang menerima sogokan untuk meloloskan pemudik dari pos pengamanan terpadu.

“Apabila teman-teman ada yang menemukan anggota main mata dengan para pemudik, pemudik bisa lolos dengan membayar, tolong dilaporkan. Kalau perlu videokan, sehingga kami bisa usulkan untuk kami pecat,” tegas Sambodo.

Lebih lanjut, Sambodo pun menegaskan bahwa dirinya tak segan untuk memecat anak buahnya, yakni anggota polisi yang berani main mata dengan pemudik akan dipecat.

“Saya komandannya saja begadang terus di Cikarang, kalian anak buah main-main, saya pecat sekalian. Kalau boleh sudah saya bunuh saja anggota kayak gitu tuh. Saya jaminannya kalau ada anggota saya main-main,” ujarnya.

Larangan Jokowi

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo alias Jokowi melarang masyarakat untuk mudik lebaran, sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Aturan tersebut resmi diberlakukan sejak 24 April 2020.

Polda Metro Jaya sendiri telah mendirikan 18 pos pengamanan terpadu, dalam rangka Operasi Ketupat dan Larangan Mudik Tahun 2020.

Sebanyak 18 pos pemantauan tersebut, tersebar di titik-titik perbatasan wilayah Jakarta.

Dari 18 pos pengamanan, dua di antaranya didirikan di gerbang pintu tol utama keluar wilayah Jakarta, yakni pintu Tol Cikarang Barat arah Jawa Barat, dan pintu Tol Bitung arah Merak.

Sementara 16 pos pengamanan terpadu lainnya, tersebar di beberapa wilayah perbatasan Jakarta. Diantarnya, sebanyak lima titik pos pengamanan terpadu di Tangerang Kota, yakni Lippo Karawaci, Batu Ceper, Ciledug, Kebon Nanas, dan Jatiuwung.

Sebanyak dua titik pos pengamanan terpadu, di Tangerang Selatan, yakni Jalan Raya Puspiptek dan Kecamatan Curug.

Kemudian, sebanyak dua titik pos pengamanan terpadu di Depok, yakni Jalan Raya Bogor-Cibinong dan Citayam.

Selanjutnya, sebanyak tiga pos pengamanan terpadu di Bekasi Kota, yakni Sumber Arta, Bantar Gebang dan Cakung.

Serta empat pos pengamanan terpadu di Bekasi Kabupaten, yakni Cibarusah, Kedung Waringin, Bojong Mangu, dan Pebayuran.

SumberSuara.com

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033