Pj Gubernur Jambi, Buka Forum OPD untuk Ketahanan Pangan

BERITA JAMBI – Pj Gubernur Jambi, Hari Nurcahya Murni membuka forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ketahanan pangan tahun 2022 di  Shang Ratu hotel , Rabu (24/2).

Forum ini merupakan rangkaian proses, perencanaan pembangunan yang akan mensinkronkan, memantapkan, mensinergikan program, dan kegiatan ketahanan pangan Tahun 2022.

Di forum ini di padukan strategi, kebijakan, program,dan kegiatan prioritas antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi. Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan visi dan misi yang di emban.

Hadir di kesempatan ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Amir Hasbi, penanggungjawab bidang ketahanan pangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi. Serta perwakilan DPRD Provinsi Jambi.

Baca Juga : Mendagri Lantik Hari Nur Cahya Murni Sebagai Pj Gubernur Jambi

Menurut Pj Gubernur sesuai dengan amanat Undang-Undang  No 17  Tahun  2003, tentang Keuangan  Negara, Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dan Undang-Undang No 17 Tahun 2007, tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional  2005-2025.

Maka Pemerintah Daerah, wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka  Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Kerja Pemerintah (RENJA). Sebagai rencana tahunan.

“Penyusunan Program Perencanaan tersebut, di lakukan melalui proses koordinasi antara  Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. Guna menyelaraskan program dan kesinambungan pembangunan bidang pertanian, khususnya ketahanan pangan. Forum OPD Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Tahun 2022 ini, merupakan salah satu tindak lanjut dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemda Provinsi Jambi. Sehingga di harapkan dari hasil pertemuan ini, akan menjadi bahan acuan kabupaten/kota dalam menyusun rencana program, Ketahanan Pangan tahun 2022,” jelasnya.

Rencana Kerja

Lebih lanjut Pj Gubernur menyatakan output dari proses Forum OPD ini adalah tersusunnya sejumlah rencana kerja umum maupun khusus. Rencana kerja ini perlu di sesuaikan dengan kemampuan dan peluang yang di miliki oleh Kabupaten/Kota terutama untuk program dan kegiatan Ketahanan Pangan.

“Secara garis besar proses perencanaan yang kita lakukan di maksudkan untuk memilih alternatif yang terbaik dari tindakan yang rasional atas pemanfaatan sumber daya, ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi yang diinginkan oleh pemerintah daerah, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan bahan acuan kabupaten/kota dalam menyusun rencana program/kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2022,” jelasnya.

Berita Lainnya : Hujan Deras, Bupati Masnah dan Pj Gubernur Jambi Dengar Paparan Perkembangan Kemingking Ekopark

Di kesempatan tersebut, Pj Gubernur Jambi juga menjelaskan bahwa arahan presiden tentang kebijakan pertanian dalam periode ini adalah  mendukung ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, termasuk memerhatikan kesejahteraan keluarga petani dan memerhatikan keberlanjutan sumber daya pertanian. Untuk itu menurutnya, Kementerian Pertanian telah menetapkan 5 (lima) arah kebijakan sebagai berikut yaitu terjaganya ketahanan pangan nasional, meningkatnya nilai tambah dan daya saing pertanian, menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian serta tersedianya prasarana dan sarana pertanian, meningkatkan kualitas SDM pertanian, dan terwujudnya reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintah yang berorientasi pada layanan prima.

Ia juga menjelaskan bahwa ada tiga strategi untuk, menjaga Ketahanan Pangan Nasional yaitu peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian. Kemudian peningkatan ketersediaan pangan strategis nasional, dan peningkatan keterjangkauan dan pemanfaatan pangan.

Menjaga Ketahanan Pangan

“Amanah RPJMN 2020-2024 menyatakan bahwa, salah satu Proyek Nasional untuk sektor pangan adalah Jaminan Usaha serta Korporasi Petani. Dan untuk bidang ketahanan pangan, salah satunya yaitu kegiatan Pertanian Keluarga. Pertanian keluarga atau family farming merupakan cara pengorganisasian produksi pertanian, kehutanan, perikanan, penggembalaan dan akuakultur (perikanan darat) yang dikelola dan dikerjakan oleh keluarga,” jelasnya.

Menurutnya ada juga kegiatan lain, yang juga merupakan salah satu upaya pemantapan ketahanan pangan keluarga yaitu kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Dengan menjadikan pekarangan, sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Lihat Juga Video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi

Pada tahun 2021 ini, melalui dana Dekonsentrasi Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Telah di alokasikan Banper untuk 97, kelompok penerima manfaat di 11 kabupaten/kota.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat strategis, apalagi dalam masa Pandemi Covid-19. Yang mampu untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, dalam berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ungkapnya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube