MERANGIN – Jalan poros Jelatang, Pamenang, Selasa (30/10) siang mendadak didatangi sekelompok pria. Mereka, terlihat tengah melakukan pengukuran jalan dan memeriksa aspal yang baru saja dikerjakan.
Memang, ruas jalan ini baru saja ditingkatkan tahun anggaran 2018 yang menyedot duit rakyat senilai Rp 4,5 Milyar. Beberapa titik jalan sekitar 1 Km itu, dilobangi dan tampak dibawa mereka.
Saat dikonfirmasi, salah satu dari mereka mengatakan bahwa kegiatan ini adalah perintah dari BPK jambi.
Namun, saat ditanyakan untuk apa dilakukan hal tersebut, tak ada satu pun dari mereka yang menjawab, untuk dimintai keterangan lebih jelas.
“Tidak tahu, tidak bisa.” pungkasnya.
Anehnya lagi, kedatangan mereka hanya pada titik jalan yang baru. Padahal, tak jauh dari situ, peningkatan jalan yang juga aspal, sudah remuk. Tentu saja, ini mengundang perhatian warga.
“Ngapo cuma jalan itu bae, itu nah, jalan baru dibangun sudah remuk,” tanya warga setempat.

Untuk diketahui, ruas jalan ini merupakan jalan provinsi. Jalan Simpang Jelatang – Air Hitam merupakan ruas jalan penghubung 2 kabupaten bertetangga, yakni Merangin dan Sarolangun.
Tahun 2017, Jembatan Jelatang, jembatan penghubung berikut peningkatan jalan dibangun pemerintah provinsi. Sementara tahun 2018, peningkatan jalan yang dimenangkan oleh PT Dua Putri Persada, mengerjakan ruas jalan sekitar dengan anggaran Rp 3,9 Milyar.
“Paling sekitar 1 km. Ini menyambung jalan kemarennyo,” kata warga. (Red)
