Pengawas Bantah Dugaan Kurangi Ukuran Besi Kerangka Jalan Beton

MUARO JAMBI – Kecurigaan masyarakat akan adanya korupsi pada proyek peningkatan jalan Simpang Pramuka – Petaling, dibantah kontraktor dan pengawas lapangan. Besi yang digunakan, justru lebih besar dari rancangan yang dikeluarkan pada proyek APBD Muaro Jambi tahun 2016 itu.

Muhammad Yasin, salah satu pengawas dari PT Chalik Suleiman Bersaudara menolak adanya indikasi korupsi. Malahan, Yasin yang ditemui saat berada di lokasi mengatakan, ukuran yang digunakan saat ini lebih besar yakni 12.

“Yang kecil ini ukuran 8. Ini yang sesuai dalam buku. Sementara yang besar ukuran 12. Lebih besarkan? Malah kami yang rugi,” selorohnya saat ditemui dinamikajambi.com tengah mengawasi pekerja.

Sebelumnya : Indikasi Korupsi Jalan Beton Sungai Gelam Mencuat

Dijelaskan Yasin, selisih harga besi dua ukuran tersebut berkisar Rp 38 ribu. Bila ukuran 12 berkisar Rp 72 ribu, maka harga untuk besi penyangga kecil ukuran 8 itu berharga Rp 34 ribu.

Sementara dalam pantauan awak media, besi penyangga kerangka jalan rigid beton itu tampak tersambung campur. Yasin bilang, ada titik tertentu yang harus mengunakan besi berukuran besar mengingat kontur tanah pada jalan memang kerap turun.

Dia tak mengingat persis berapa jumlah besi yang digunakan. Namun Yasin memastikan bila sebelumnya mereka memiliki 22.ooo besi yang sama. Ia memperkirakan, ada 70 persen yang digunakan sebagai kerangka jalan yang menelan anggaran Rp 35 Milyar itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *