MERANGIN – Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT-IB) Kabupaten Merangin, Yuzerman menentang keberanian Bupati Merangin Al Haris untuk mencopot jabatan Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kolonel Abundjani Bangko, Berman Saragih.
Tantangan ini lantaran rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Merangin tersebut kerap menjadi sorotan di tengah-tengah masyarakat. Mulai dari pelayanan medis hingga manajemen yang buruk.
Baca Juga: Soal Direktur Abundjani Dievaluasi, Peri: Bupati Jangan Diam
Baca Juga: Minta Direktur RSD Kol. Abundjani Dievaluasi, Komisi II Kirim Surat ke Bupati
“Pelayanan medis contohnya, terakhir viral adalah postingan akun Facebook Atuk Serahim yang menduga pihak rumah sakit telah menelantarkan pasien hingga menyebabkan meninggal dunia,” ungkap Buyung panggilan akrab Yuzerman, Minggu (5/1).
“Sedangkan manajemen buruknya, yakni telah ditariknya Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 22,7 miliar tahun 2019 oleh pemerintah pusat,” beber Buyung kepada Dinamika Jambi.
Baca Juga: Komisi II Minta Direktur RSD Kol. Abundjani Dievaluasi, PEKAT-IB: Bupati Harus Mengabulkan
Baca Juga: Komisi II: Direktur RSD Kol. Abundjani Bangko Harus Mengakui Kesalahan
Baca Juga: Komisi II Akan Rapat Internal Bahas Polemik RSD Kol. Abundjani Bangko
Dua persoalan tersebut, lanjut mantan Ketua Lembaga Cegah Korupsi (LCKI) Merangin ini, merupakan contoh kesalahan fatal yang semestinya tidak bisa ditolerir lagi. Dan itu merupakan bukti kegagalan kegagalan Berman Seragih selaku Direktur RSD Kol. Abundjani.
Baca Juga: Polemik RSD Kol. Abundjani, Yani Angkat Suara
“Kita lihat saja, berani atau tidak Pak Bupati mencopot direktur rumah sakit. Jangan beraninya dengan pejabat bawahan saja. Tunjukkan keseriusan menjadikan RSD Kol. Abundjani terbaik se-Provinsi Jambi,” kata Buyung.
Baca Juga: Al Haris Angkat Suara Soal Surat Komisi II
Diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, Al Haris menyatakan akan merombak beberapa pejabat di lingkungan RSD Kol. Abundjani dalam waktu dekat. Namun, ia tidak menyampaikan apakah direktur rumah sakit bakal kena mutasi. (rdc)
