Videotron Rp850 Juta di Merangin Disorot, Warganet Pertanyakan Urgensi di Tengah Jalan Rusak dan Sampah

MERANGIN — Rencana pembangunan videotron di Taman Kota Bangko, Kabupaten Merangin, menuai sorotan warganet. Bukan hanya soal fungsi, sejumlah warga di media sosial mempertanyakan urgensi pengadaan videotron ketika kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan, penanganan sampah hingga penanggulangan kebakaran masih menjadi perhatian masyarakat.

Berdasarkan dokumen anggaran Pemerintah Kabupaten Merangin Tahun Anggaran 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika mengalokasikan anggaran Rp850 juta untuk videotron.

Anggaran tersebut tercantum dalam kegiatan Pengelolaan E-Government di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, subkegiatan Penyelenggaraan Jaringan Intra Pemerintah Daerah Kab/Kota. Total anggaran subkegiatan mencapai Rp1.041.830.500.

Dokumen resmi Pemkab Merangin juga menunjukkan bahwa pada September 2026 Bupati M. Syukur menyampaikan bahwa perubahan APBD harus merespons kemampuan fiskal dan kebutuhan riil masyarakat secara bertanggung jawab. �

Sementara itu, dalam penyampaian RAPBD 2026 sebelumnya, Pemkab Merangin menyebut infrastruktur jalan sebagai salah satu hal krusial. Bupati Merangin M Syukur melansir Meranginkab.go mengatakan krusial karena infrastruktur berkaitan langsung dengan pergerakan dan perekonomian masyarakat.

Warganet: Jalan Rusak hingga Penanganan Sampah Lebih Mendesak

Sorotan terhadap rencana videotron tersebut muncul dalam kolom komentar media sosial.

Seorang warganet, Firdaus Muhammad, mempertanyakan urgensi pembangunan videotron.

“Urgency dari pemasangan videotron tu apo? Padahal anggarannyo bisa dialihkan untuk hal2 yang jauh lebih bermanfaat.”

Komentar lain datang dari Putrizaitun Putrizaitun yang menyoroti kondisi taman kota.

“MUBAZIR SAJA PAK? COBA LIHAT TAMAN2 ADA, KALAU TAK SERIUS MENGURUSNYA YG JADI SARANG ULAR, LEBIH BAIK ANGGARANNYA DIALIHKAN YG LEBIH BERMANFAAT LAGI?”

Kebutuhan Jalan

Warganet lainnya, Eko Yudha Pratama, justru menyinggung persoalan jalan.

“Hadeh.. Perbaiki tu dulu jalan2 desa yg rusak.”

Baca Juga : Bupati Syukur Bangun Lift, Warga Sindir 3 Periode DPD Cuma Duduk

Komentar senada disampaikan Egorianto Chess:

“Carilah yg bermanfaat, seperti bangun jalan arah desa, biar ekonomi masyarakat bagus.”

Sementara Cahyo Prakoso meminta kebijakan tersebut dikaji kembali dan menilai persoalan persampahan lebih mendesak.

“Mohon dikaji ulang kebijakan ini, saat ini paling urgent adalah penanganan sampah, bangunkan TPS, siapkan truk pengangkut, siapkan tenaga pengangkut, butuh itu saat ini.”

Ada pula komentar Maspri Masprianto yang mengaitkan rencana tersebut dengan kondisi lain di daerah.

“Program yg pro rakyatlah! Jln Desa parah, api masih membara, katonyo mantan orang senayan? Tapi….???”

Risiko, Sejumlah Videotron Daerah Lain Pernah Bermasalah

Kekhawatiran warganet mengenai keberlanjutan videotron juga memiliki contoh di daerah lain.

Baca Juga : Bupati Syukur Kabur, Saat Ditanya Nakes Merangin 7 Bulan Tak Gajian

Di Kabupaten Malang, rencana pengadaan videotron baru senilai sekitar Rp736 juta mendapat sorotan pada 2026. Pasalnya, dari tujuh unit videotron yang telah dimiliki Pemkab Malang, tiga unit dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan disebut telah rusak sekitar dua tahun.

Kasus serupa pernah terjadi di Kabupaten Karangasem, Bali. Satu videotron yang telah terpasang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan, sementara pada 2024 Diskominfo Karangasem kembali mengusulkan pengadaan dua unit videotron dengan nilai sekitar Rp1,9 miliar. Pihak Diskominfo menyebut videotron lama mengalami kerusakan dan gambarnya buram.

Sebelumnya, pada 2022, videotron di Simpang Empat Subagan, Karangasem, juga diberitakan mengalami kerusakan selama sekitar enam bulan. Diskominfo saat itu menjelaskan terdapat komponen yang terbakar dan layar belum dapat berfungsi maksimal.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube