SUMENEP – Depresi karena orangtuanya Cerai, Remaja 16 tahun ini dekat akhiri hidupnya dengan gantung diri.
Seorang remaja berinisial H (16), warga Banjar Barat Gapura Sumenep, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Peristiwa terjadi di kediamannya, pada Jumat (28/8/2020).
Baca juga : Tak Pernah ke Kantor Sejak 14 Agustus, Pegawai DPRD Jambi Positif Corona
Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menjelaskan, bahwa remaja 16 tahun itu diduga depresi, lantaran orangtuanya bercerai.
Sehingga Remaja 16 tahun ini nekat mengakhiri hidupnya, dengan gantung diri di dalam rumahnya.
“Lantaran orang tua cerai, sehingga anaknya depresi tak kuat menanggung hidup. Lalu mengakhiri hidupnya gantung diri di rumahnya,” kata Widi.
Widiarti menuturkan, kejadian tersebut berawal saat Korban mendatangi pamannya Asan.
Kepada pamannya, korban minta makan.
Namun tak sempat makan, korban pamit pulang ke rumahnya. Karena korban tak kunjung kembali, pamannya hendak memanggil korban yang rumah bersampingan dengan Asan.
Namaun, sampai di rumah korban, Asan terkejut karena mengetahui Halil gantung diri.
Melihat korban sudah dalam keadaan tergantung, Asan pun berteriak histeris dan minta tolong.
“Mendengar ada teriakan, tetangga korban langsung datang, dan berusaha melepas tali melilit di leher korban,” terangnya.
Karena diketahui korban masih bernyawa, sehingga korban langsung di bawa ke Puskemas Gapura.
“Namun, sayang nyawa Halil tak dapat tertolong. Ia meninggal saat perjalanan ke Puskemas Gapura,” ucapnya.
Sumber : Suara.com
