Pembenahan Pelayanan RSRM Masih Berlanjut, Zola : Resiko Saya Sebagai Pemimpin……….

JAMBI – Gubernur Jambi, H. Zumi Zola S.TP MA menegaskan bahwa perbaikan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher masih akan terus dilakukan. Hal tersebut dikemukakan oleh Zola dalam Pertemuan Gubernur Jambi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), bertempat di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (25/1) sore.

Gubernur mengapresiasi kedatangan pengurus PPNI yang terdiri dari perwakilan pengurus pusat, pengurus provinsi, dan pengurus dari kabupaten/kota se Provinsi Jambi.

Inspeksi Mendadak (sidak) yang dilakukannya RSRM beberapa hari yang lalu ditanggapi sangat banyak orang di media sosial. “Pokok permasalahan menjadi bias, menjadi liar. Kemarin di Metro TV (Jakarta), saya memberikan klarifikasi, bertemu dengan perwakilan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dan menjelaskan duduk permasalahannya,” ujar Zola.

Tujuannya melakukan sidak itu adalah untuk memperbaiki pelayanan di rumah sakit tersebut, yang selama ini sangat banyak dikeluhkan masyarakat. “Nawa itu untuk memperbaiki pelayanan, itu niatannya,” tegas Zola.

“Selama ini sangat banyak keluhan masyarakat terhadap pelayanan di Rumah Sakit Raden Mattaher oleh oknum, terutama di Kelas III yang menggunakan BPJS dan Bangsal Anak, yang mayoritas dari masyarakat miskin,” ungkapnya

“Ada pasien yang susah nyari perawat, ada pasien yang harus masang infus sendiri. Saya sebagai gubernur berhak turun, apa betul seperti itu. Jangan karena oknum-oknum yang tidak baik ini, semuanya jadi kena. Saya melakukan itu untuk masyarakat,” lanjutnya

Zola mengatakan bahwa hal itu dilakukannya karena menyangkut kesehatan masyarakat, yang berarti menyangkut nyawa manusia. “Saya harus lakukan ini, karena ini berkaitan dengan nyawa manusiaa. Dan, sudah sampai hampir setahun saya melakukan evaluasi. Bukan begitu dilantik, saya langsung melakukan ini, bukan,” tutur Zola.

Dikatakan oleh Zola, perkembangan di medsos sangat cepat dan luas, berarti masyarakat Indonesia sangat peduli. “Kita ambil positifnya,” sebut Zola.

Zola pun menegaskan bahwa berbagai kritikan kepada dirinya berkaitan dengan sidak itu sudah menjadi resiko sebagai pimpinan, dan dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut, namun yang jelas tujuannya adalah untuk perbaikan pelayanan RSRM. “Resiko saya sebagai pemimpin, dihina, dicaci maki, tidak apa-apa, yang penting kita memperbaiki diri kita,”

“Saya menyambut baik kedatangan PPNI dan salam hormat saya kepada Ketua Umum PPNI dan seluruh jajarannya. Tolong sampaikan kepada Ketua Umum dan seluruh jajaran PPNI. Masukan-masukan kami terima,” jelas Zola.

Zola mengatakan, pasca sidak tersebut, pelayanan di Rumah Sakit Raden Mattaher jauh lebih baik, terutama dalam hal keramahan dan respon cepat dari para medis. “Sekarang banyak sekali perubahan, ramah, respon cepat,” ujar Zola.

Namun, Zola menyatakan, peningkatan pelayanan bukan berarti sudah selesai, namun terus dibenahi. “Saya sudah komunikasi dengan Dewan Pengawas, ini bukan selesai disini, tidak, tetapi terus diperbaiki, apa yang kurang, baik dari sisi fasilitas, kesejahteraan, keuangan rumah sakit termasuk untuk menaikkan tunjangan medis. Rumah Sakit Raden Mattaher kan sudah BLUD (Badan Layanan Unit Daerah), kita lihat keluar dan masuk keuangannya, kita akan kaji, kalau memang keuangannya memungkinkan untuk meningkatkan kesejahteraan perawat dan seluruh para medis, kenapa tidak,” terang Zola.

Ketua Departemen Hukum dan Pemberdayaan Politik PPNI Pusat, Oman Faturrohman menjelaskan, menyikapi persoalan yang mengemuka di media sosial terkait sidak di Rumah Sakit Raden Mattaher, langkah yang harus dilalukan oleh PPNI adalah komunikasi dan klarifikasi, sehingga jelas apa yang didapatkan. “Kawan-kawan kami di luar sana variatif menyikapinya,” ujar Oman Faturrohman.

“Untuk itu, kami mencaritau persoalan yang sesungguhnya. Kami berusaha mengedepankan kearifan di kawan profesi, melakukan konsolidasi dan menerangkan kepada teman-teman di PPNI,” lanjut Oman Faturrohman.

Oman mengemukakan, PPNI sebagai mitra pemerintah dan pemerintah daerah dalam membangun, harus memperkuat program gubernur. “Komunikasi yang baik dan jernih menyikapi persoalan yang ada,” tambah Oman Faturrohman.

Sebagai organisasi profesi, Oman menyampaikan, kinerja perawat adalah kinerja tim.

“Kejelasan dan ketegasan seperti ini mudah-mudahan memberikan penjelasan bagi para perawat. Namun, kerja kolektif, kerja tim sangat tergantung dari sistem,” jelasnya.

Oman Faturrohman berharap agar pembenahan yang dilakukan oleh gubernur dan seluruh pihak terkait bisa memberikan penguatan kepada perilaku perawat, termasuk porsi istirahat, agar diatur dalam SOP. Kami juga berharap supaya gubernur lebih meningkatkan komunikasi dan arahan, agar kinerja perawat lebih baik,” terang Oman Faturrohman.

Perwakilan dari PPNI Pusat ini mengungkapkan bahwa kondisi sekarang ini menjadi pengingat akan peran dan tanggung jawab. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page