Ngeri, Praktik Prostitusi Online Via Michat di Jambi Menjamur, Layani Hingga 15 Tamu Perhari

BERITA JAMBI – Baru-baru ini, praktik prostitusi online berkedok aplikasi Michat di Kota Jambi berhasil di ungkap. Tak tanggung-tanggung, dalam satu hari mampu layani 15 orang tamu. Alhasil, praktik prostitusi online tersebut di nilai bisnis menjanjikan.

Hal ini, di ungkapkan langsung oleh Sekretaris Dinas Sosial Kota Jambi, Novi Yanto menuturkan, pada November lalu pihaknya beserta Polresta Kota Jambi, berhasil mengungkap praktik prostitusi online tersebut.

Baca juga : Ada Pelajar, PMKS Pengamen dan Anak Punk Terjaring Razia di Jambi

Tak ayal, dari pengungkapan berhasil menjaring 22 orang. Bilangnya, praktik prostitusi tersebut di lakukan di beberapa hotel, dengan menggunakan sistem pesan di aplikasi Michat online.

“Waktu itu, sekitar 22 orang. Karena masih usia di bawah umur, dan berstatus pelajar Polresta mengalihkan ke Dinsos. Jadi, kami melakukan pembinaan, selama 5 hari kita bina mental spritualnya. Seperti, melalui pendekatan nilai-nilai etika dan keagamaan, supaya tidak mengulang lagi,” ungkap Sekdinsos, Selasa (15/12/2021).

Di Bawah Umur

Lebih lanjut, Novi Yanto menjelaskan, dari 22 orang tersebut sebagian besar di antaranya masih berstatus pelajar. Yang mana, dalam satu kali operasinya di banderol tarif 300 hingga 500 ribu rupiah.

“Umurnya masih di bawah 17 tahun, rata-rata berstatus pelajar. Tarifnya beragam, sekitar 300 sampai 500 ribu,” bebernya.

Sedangkan yang menjadi alasan untuk terjun pada dunia gelap itu, bilangnya, di mulai di terpa persoalan broken home, hingga gaya hidup sosialita.

Betapa tidak, dengan keadaan finansial yang terbatas, sementara memiliki keinginan yang harus di capai, mengharuskan untuk terjun pada dunia ‘esek-esek’ tersebut.

“Di ajak kawan, kemudian persoalan broken home. Kedua, faktor gaya hidup ingin mewah, tetapi kemampuan orang tua terbatas. Misalnya, kepingin hp yang baru yang bagi, tetapi dana tidak mencukupi,” imbuhnya.

Maksimal 15 Pelanggan Satu Hari

Hal mencengangkan, muncul dari penjelasan Sekdinsos. Tak tanggung-tanggung, para gadis belia itu dalam satu hari mampu melayani 15 orang lelaki hidung belang.

Baca juga : Bocah SD di Muaro Jambi Mau Diculik? Polisi Gercep Lakukan Ini

Lihat juga video : Klik Di sini

Itu artinya, omzet per harinya mampu mengumpulkan pundi-pundi hingga jutaan rupiah. Wajar saja, bilangnya, para gadis belia tersebut tergiur dan menilai bisnis gelap tersebut sangat menjanjikan.

“Beragam juga, kalau keinginannya sudah tercapai, mau beli hp baru tadi misalnya. Kita coba gali informasi, melalui pendekatan saat ngobrol. Mereka bilang, paling banyak itu pelanggan mereka 15 orang per harinya. Nah, bagi mereka itu penghasilan yang menjanjikan.” tutupnya. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033