Ada Pelajar, PMKS Pengamen dan Anak Punk Terjaring Razia di Jambi

BERITA JAMBI – Saat lakukan patroli, belasan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) Pengamen, hingga Anak Punk di Jambi terjaring patroli Dinas Sosial, Selasa (14/12/2021) malam. Alhasil, dari sejumlah darinya masih berstatus pelajar aktif.

Usai mendapat laporan dari salah satu Anggota DPRD Kota Jambi, Dinas Sosial lakukan patroli di sejumlah keramaian. Di antaranya, kawasan Tugu Juang, Jl Pattimura, dan Telanai Pura Kota Jambi.

Baca juga : Gelar Reses, Dewan 3 Periode di Jambi Ini Tuai Antusias Ibu-ibu

Alhasil, dalam patroli tersebut berhasil menjaring belasan penyandang PMKS, pengamen hingga Anak Punk di Jambi. Mirisnya, di antara penyandang PMKS tersebut terdapat sejumlah pelajar, yang nekat lakukan rutinitas ‘mengamen’.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Noviarman. Kadinsos menuturkan, dari belasan penyandang PMKS tersebut, di antaranya masih berstatus pelajar.

“Sebelumnya, kami mendapat laporan dari Anggota Dewan, Ibu Maria. Setelahnya, kita ke lapangan di beberapa titik. Alhasil, kita menjaring 15 orang penyandang PMKS, seperti pengamen, badut dan anak punk. Seperti kita gali informasinya, rata-rata anak di bawah 17 tahun, bahkan ada juga yang pelajar,” ungkapnya.

Panggil Orangtua Buat Surat Pernyataan

Lebih lanjut, belasan penyandang PMKS tersebut akan di lakukan pembinaan oleh Dinas Sosial Kota Jambi. Yang mana, seusai pembinaan akan di lanjutkan dengan menelusuri identitas, anak di bawah umur tersebut.

“Untuk malam ini, kita inapkan di rumah singgah dan pembinaan dulu. Seperti, di arahkan sholat subuh dan materi etika. Selanjutnya, orang tua atau keluarga dari mereka, akan kita panggil untuk membuat semacam surat pernyataan,” bebernya.

Lihat juga video : Klik Di sini

Di samping itu, Noviarman menjelaskan, para penyandang PMKS melakukan kegiatan di pusat-pusat keramaian kota. Terkhusus para pelajar tersebut, memiliki berbagai macam alasan untuk terjun ke dunia jalanan.

“Pertama, alasan mereka itu seperti mencari jati diri di jalanan. Kedua, beberapa juga beralasan untuk menambah penghasilan orang tua. Nah, kalau untuk anak Punk, itu biasanya terkontaminasi dari pergaulan. Penghasilannya, untuk jajan mereka beli rokok misalnya.” tukasnya. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033