Pelajar Ngamen Demi Bantu Ortu Eh Dirazia, Dewan Kasih ‘Jempol’ Pada Petugas

BERITA JAMBI – Sejumlah pelajar di Jambi ngamen demi bantu ekonomi keluarga atau Orang tua, eh malah kena razia Dinas Sosial Kota Jambi. Anggota DPRD Kota Jambi, Maria Magdalena kasih ‘jempol’ atau ucapkan terima kasih pada petugas Dinsos.

Hal ini di sampaikannha, saat di konfirmasi awak media ini belum lama ini.

Baca juga : Ngeri, Praktik Prostitusi Online Via Michat di Jambi Menjamur, Layani Hingga 15 Tamu Perhari

Sebelumnya, belasan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), terjaring razia yang di lakukan oleh Dinas Sosial Kota Jambi. Dari belasan PMKS tersebut, sebagian masih berstatus pelajar.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Jambi, Maria Magdalena angkat bicara.

Sebagaimana di ketahui, pada Selasa (14/12/2021) kemarin, Dinas Sosial Kota Jambi berhasil melakukan razia PMKS di pusat perkotaan. Alhasil, dalam operasi tersebut berhasil menjaring beberapa oknum pelajar di Jambi, yang kedapatan Ngamen demi bantu orang tuanya.

Menanggapi hal tersebut, Maria menuturkan, sebelumnya Ia melayangkan laporan ke Dinas Sosial, terkait maraknya PMKS di beberapa pusat keramaian.

Selanjutnya, Ia menghimbau kepada para orang tua siswa, agar lebih gencar untuk melakukan pengawasan kepada sang anak. Bilangnya, faktor pergaulan dan kenakalan remaja membuat terjun ke dunia jalanan tersebut.

“Terlebih dahulu, saya mengucapkan terimakasih kepada Dinas Sosial, timnya langsung turun. Kami menghimbau kepada orang tua siswa, agar lebih masif memonitor sang anak. Misalnya, membatasi jam keluar rumah di luar jam sekolah begitu. Kenapa, ini antisipasi sang anak terjerumus,” ungkap Maria, Rabu (15/12/2021).

Pihak Sekolah

Lebih lanjut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, peran Kepala Sekolah serta tenaga pendidik juga sangat di butuhkan. Betapa tidak, para oknum pelajar tersebut melancarkan aksinya, di pusat-pusat keramaian dan lampu merah.

“Menghimbau para siswa jangan sampai ngamen-ngamen begitu, dengan alasan membantu orang tua. Saya rasa, itu bukan alasan karena orang tua pun, tentu bertanggung jawab atas pendidikan anak,” tegasnya.

Dari informasi sementara, para oknum pelajar yang terjaring razia Dinsos tersebut, beralasan untuk membantu finansial orang tua. Tak ayal, Maria beranggapan hal itu terjadi oleh faktor kenakalan remaja, yang cenderung ikut-ikutan.

Lihat juga video : Klik Di sini

“Pemerintah saat ini, sudah menyediakan pendidikan dengan gratis. Bahkan, ada juga beberapa jenis beasiswa. Jadi, saya menilai itu alasan klise mereka saat ditertibkan. Yang jelas, itu dampak dari kenakalan remaja dan peralihan usia,” tukasnya.

Tak hanya itu, Ia juga meminta OPD terkait, untuk melakukan pembinaan lebih maksimal. Meski memang, Ia mengakui peran orang tua siswa jauh lebih mengerti akan situasi peserta didik. (Tr01)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033