BERITA POLITIK – Moment haru saat perayaan HUT Kabupaten Muaro Jambi yang ke-22, Bupati Muaro Jambi Masnah Busro dan Wakil nya Bambang Bayu Suseno (BBS) tampak dekat.
Akhir periode jabatan keduanya yang jadi perbincangan di acara tersebut, bak menjadi momen perpisahan keduanya sebagai pemegang tampuk kekuasaan tertinggi di Muaro Jambi.
Baca juga : Harga Karet Malai Membaik di Jambi, Dewan Dorong Ini Pada Pemda
Sebelumnya, perayaan ini di gelar di Gedung DPRD Muaro Jambi, Senin (25/10/2021).
Masnah Busro dengan nada sendu menguraikan soal tahun terakhir jabatannya, bersama sang wakil Bupati Bambang Bayu Suseno.
Sembari mengundang sang wakil untuk berdiri dari posisi duduknya, Masnah mengayun sendu alunan bicaranya, seakan menandakan kesedihan mendalamnya, yang sebentar lagi Ia akan meninggalkan jabatannya.
Dari alur bicaranya, tampak sang Bupati perempuan pertama di Provinsi Jambi itu sedih. Sedih karena tidak lagi bisa mengabdi dan berbuat hal baik untuk Muaro Jambi, dan masyarakat tentunya.
Tak ayal, suasana perayaan HUT Kabupaten Muaro Jambi itu pun menjadi moment haru campur sendu, dengan tetesan air mata sang Bupati yang hampir mengurai di pipi nya.
Berakhir Mei 2022
Ia pun menuturkan periodenya sebagai Bupati, bakal berakhir pada Mei 2022 mendatang.
“Tahun depan, saya atas nama Bupati, dan secara pribadi beserta wakil Bupati Pak Bambang Bayu Suseno, akan berakhir pada Mei 2022. Kami ucapkan terima kasih, atas dukungan dan support dari masyarakat selama kami bekerja,” Selasa (26/10/2021).
Di samping itu, dengan penuh penghayatan, Ia menambahkan bahwa selama kurang lebih 5 tahun menjabat, tentu sedikit banyaknya menyimpan kisah yang berkesan.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
“Sebenarnya, saya terharu dengan momen lebih kurang 5 tahun ini, adalah momen yang sangat luar biasa bagi kami berdua. Terus terang, berat bagi kami meninggalkannya. Tetapi, kami terus berdoa dan selalu mensupport kemajuan Muaro Jambi,” tambahnya.
Bakan cuma itu saja, keakraban kedua pemimpin Muaro Jambi itu mencair di depan para tamu yang hadir. Bak dua sejoli, keduanya pun masih begitu kompak, menandakan mereka adalah kombinasi dua pemimpin yang memang di idamkan oleh masyarakat. (Tr01)
