JAMBI – Harga karet baru-baru tampaknya mulai merangkak naik di Provinsi Jambi, anggota DPRD Provinsi Jambi Evi Suherman bakal dorong pemerintah, untuk terus menjaga harga tersebut agar terus dirasakan oleh masyarakat.
Hal tersebut di sampaikan Ketua Majelis PPP Provinsi Jambi itu, saat di temui Dinamikajambi.com pada Selasa (26/10/2021).
Baca juga : Langganan Banjir di Kota Jambi, Ruas Jalan Kawasan Pattimura Macet Total
Sebelumnya di ketahui, harga karet ini sejak beberapa tahun silam memang merosot jauh, bahkan sampai Rp. 500-600 perkilo. Padahal kala jauh sebelum hari ini, harga karet sempat mencapai 2000 perkilo. Terbayangkan betapa sejahtera petani karet saat ini.
Namun, seiring beranjaknya waktu harga karet di Provinsi Jambi, terus mengalami penurunan hingga membuat masyarakat yang memang bergantung pada pengadilan karet, di buat menghela nafas panjang. Bahkan, sebagian mereka ada yang menggantikan kebunnya, dengan komoditi lain. Seperti sawit dan lain sebagainya.
Pun demikian, bener pekan terakhir tampaknya harga karet di Provinsi Jambi ini mulai membaik. Kabarnya, saat ini harganya sudah mencapai Rp 900 perkilo yang di terima oleh petani.
Seperti yang di sampaikan Evi Suherman, bahwa hari ini harga karet sudah mulai merangkak naik, hingga Rp 900 di kalangan petani.
“Alhamdulillah harga karet di Jambi juga mulai membaik. Bisa tembus 900 rupiah di kalangan petani,” katanya.
Proses Lelang
Oleh karena itu, selaku anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Ia mendorong agar pemerintah menjaga proses lelangnya. Sehingga tidak terjadi monopoli oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kito berharapnya begitu. Jangan sampai lelang karet ini di monopoli oleh agen-agen atau cukong, agar masyarakat memang dapat memperoleh harga yang lebih baik. Jadi langsung ke pabrik saja,” ucapnya.
Itu artinya, pabrik itu langsung membuka diri kepada masyarakat untuk membeli hasil panennya. Walaupun jumlah produk yang di hasilkan tidak banyak.
“Karena kalau di batasi pabrik untuk menerima karet dari masyarakat ini, akhirnya nanti agen-agen ini muncul lagi memanfaatkan situasi tersebut.” tegasnya.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Ia juga berharap, dengan kerja keras pemerintah Daerah dalam memperhatikan nasib para petani karet ini, nantinya dapat membantu perekonomian masyarakat.
“Karena sekarang ini harga karet sudah cukup bagus. Kalau bisa ke depannya bisa tembus 10 ribu perkilonya. Jadi masyarakat bisa lebih sejahtera,” tukasnya. (Nrs)
