Memprihatinkan, Bangunan MDTA Di Tanjabbar Rusak Parah

TANJABBAR – Fasilitas penunjang untuk menuntut ilmu seperti ruangan tempat belajar mengajar, masih ditemukan di wilayah Tanjung Jabung Barat yang kondisinya sangat menyedihkan.

Salah satunya bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awalnya (MDTA) Hidayah Islamiah berlokasi Parit 9 Pangkal Babu, Desa Tungkal I Kecamatan Tungkal ilir.

Pantauan media ini dilapangan, dinding bangunan MDTA yang ditempati 36 murid 4 orang guru guru pengajar tersebut terlihat sudah nampak jebol dan nyaris roboh di beberapa bagian, lantai kelas juga nampak bolong sana sini, kondisi bagian plafon sudah mulai terkelupas begitu juga atap bangunan tampak rapuh dan bocor.

Parahnya lagi, untuk memasuki ruangan belajar para guru dan siswa hanya mengunakan sekeping papan seadanya sebagai titian.

Yang lebih menyedihkan, demi untuk menuntut ilmu, para siswa terpaksa belajar diruangan kotor, berdebu dan membahayakan. Bila melihat kondisi seperti ini, sudah seharusnya tak di jadikan untuk kegiatan belajar mengajar.

Nur Aini salah seorang siswa menyebutkan, dirinya merasa sedih melihat kondisi ruang belajar tempat ia menuntut ilmu ini. Ia bersama teman-teman sebayanya pun meminta kepada pemerintah dilakukan perbaikan agar belajar mengajar ini bisa lebih nyaman.

“Iya maunya kita dilakukan perbaikan, karena ruangan belajarnya sudah tidak layak lagi,” kata Nur Aini.

Ia menceritakan, jika selama ini baik dia maupun teman- teman lainnya sudah kerap kali terjatuh akibat lantai bolong dan rusak sana- sini.

“Memang sudah sangat membahayakan, bagian lantai ruangan belajar kami ini.” Keluhnya.

Sementara itu, Hamidah guru pengajar disekolah tersebut mengatakan, untuk meminta kepada instansi pemerintah, untuk merenovasi bangunan sekolah madrasah ini, karena kondisinya memang sudah tidak layak dijadikan aktifitas belajar

“Karena tidak memiliki ruangan tempat belajar, mau tidak mau dengan terpaksa harus ditempati,” Ujar ibu Hamidah

Saat ditanya adakah masyarakat setempat terkait kerusakan sekolah mengajukan bantuan kepada instansi pemerintah, ia menyebut pernah meminta pendapat kepada salah satu anggota dewan DPRD Tanjabbar agar madrasah ini bisa diberi bantuan bagaimana selayaknya bangunannya bisa digunakan untuk belajar.

“Kita memohon, ditinjaulah tempat kami ini, desa kami ini bukanlah desa tertinggal. Disamping kondisi madrasah ini lihat juga lah keadaan jalan, jaringan listrik juga belum masuk minta diperhatikan lah,” Keluhnya.

Terpisah, Kepala Desa Tungkal I Fatkhurrahman mengaku, sudah berusaha mengajukan bantuan baik ke pemerintah daerah hingga ke Kemenag Tanjabbar. Namun sampai saat ini belum mendapat respon.

“Setahu saya semenjak saya jadi Kepala Desa, belum ada bantuan apapun dari pemerintah. Kita juga sudah mengajukan bantuan kesana kemari tapi belum ada respon.” Katanya.

Menanggapi hal ini, Kasi PD Ponpes Kantor Kementrian Agama Tanjabbar Yamin Anjang menjelaskan, status MDTA Milik masyarakat tidak bernaung di Kemenag. Sekolah ini tergolong dalam sekolah non formal atau sekolah tambahan dengan jam belajar selama 2 jam di sore hari.

“Status MDTA itu milik Desa, dibangun oleh masyarakat desa, yang masuk dalam naungan kita sekolah MI, MTS dan Aliyah yang masuk dalam sekolah pemerintah, yang bisa kita bantu.” Jelasnya.

Dia juga menyebut jika kemenag sudah membantu mengeluarkan izin oprasional bagi sekolah MDTA Se-Tanjabbar sebanyak 260 lebih.

“Biasanya kalau bangunan MDTA itu oleh Desa, secara gotong royong membangun sekolah itu, dan dananya juga sumbangan desa, dan SK juga biasa di keluarkan oleh Kepala desa atau lurah setempat.” Sebutnya.

Melihat kondisi ini, Ketua Pecinta Infak Sedekah (PIS) Tanjabbar Zakaria Ansori mengaku miris melihat kondisi bangunan madarasah yang sangat tidak layak pakai.

“Setelah kita telusuri dan kita cari tau, bangunan yang berdiri di atas tanah wakaf milik H. Abdurrahim sekitar 11 tahun yang lalu belum tersentuh perbaikan dan masih digunakan sampai sekarang ini, jadi kami tergugah untuk membedahnya. Agar proses belajar mengajar dapat berjalan aman dan nyaman.” Tegas ketua PIS itu.(hry)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube