Perusahaan Dituding Rusak Jalan, Rudi: Engkel Dan FUSO Beda, Tolong Jangan Disamakan..!!

MUARO JAMBI – Awal tahun 2018, masyarakat Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi sudah ‘dihidangkan’ dengan persoalan jalan penuh lumpur dan lubang yang ada dimana-mana, akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Masyarakat gerah melihat perusahaan yang menggunakan mobil truk bertonase besar digunakan untuk mengangkut buah sawitnya. Tanpa ‘belas kasih’ melintas dijalan poros Sungai Gelam dengan muatan berat itu.

Namun, informasi kurang memuaskan diterima dinamikajambi.com saat turun langsung ke salah satu Ram yang beroperasi di Kecamatan Sungai Gelam, yaitu Ram EWF (Erasakti Wira Forestama) yang berlokasi di RT.17, Desa Sungai Gelam.

Saat ditemui, perwakilan Ram EWF Rudi Pranata mengatakan jika perusahannya itu tidak memiliki kendaraan operasional dengan tonase besar seperti FUSO, melainkan hanya mengoperasikan kendaraan pengangkut berjenis Engkel.

“Kalau untuk Ram EWF yang ada di RT.17, Sungai Gelam, hanya ada 4 apa 5 unit mobil engkel. Dalam 1 hari bisa mengangkut 2 sampai 3 mobil engkel. Mobil Engkel dan FUSO beda, tolong jangan disamakan,” kata Rudi Pranata, Selasa (02/01/2018).

“Kami tidak mengetahui bahwa Ketua SPTI Jefri Naldi, dan masyarakat gerah akibat mobil engkel yang bermuatan sawit di Ram EWF. Itupun mobil Ram kami hanya 12 sampai 13 Ton saja. Lagian di Sungai Gelam bukan hanya Ram EWF yang menggunakan mobil engkel,” ujarnya menyambung.

Yang mengherankan dari perbincangan tersebut, saat Rudi Pranata mengatakan tidak tahu berapa kapasitas tonase sebenarnya jalan lintas Kecamatan Sungai Gelam yang aman untuk dilalui. “Saya tidak mengetahui berapa kapasitas tonase jalan lintas Sungai Gelam,” tuturnya. (Tr01/Raw)