JAMBI – Akhir-akhir ini loyalitas PDIP dipertanyakan, mengingat selaku partai penguasa di Provinsi Jambi, goyah tak usung kader di Pilgub Jambi mendatang.
Tak ayal, hal ini pun kembali disorot oleh para pengamat Politik di Jambi. Karena dari dulu Partai PDI Perjuangan (PDIP/red), selalu teguh dan usung kader setiap Pemilihan Umum.
Baca juga : Ada Asumsi PDIP Kurang Bergairah di Pilgub, Ini Jawaban Edi Purwanto
Namun, akhir-akhir ini Partai yang dikomandoi oleh Megawati Soekarnoputri itu, tampaknya mulai goyah. Serta diisukan bakal usung H. Cek Endra dan Ratu Munawaroh, dalam perhelatan Pilgub Jambi mendatang.
Tentu hal ini jadi pertanyaan besar bagi kalangan masyarakat di Jambi, mengingat dalam bursa calon kandidat Pilgub ini ada dua kader yakni Abdullah Sani dan Safrial, yang sudah menyatakan ikut maju, walaupun hanya sebagai calon wakil gubernur.
Pun demikian, meski tak sebagai nomor 1, Abdullah Sani dan Safrial cukup memiliki elektabilitas yang tinggi, di daerah kekuasaan masing-masing.
Seperti Abdullah Sani, di kota Jambi cukup dapat diperhitungkan, dengan ketokohannya yang dikenal dan tidak diragukan oleh masyarakat kota Jambi.
Begitupun dengan Safrial, yang sudah meemnang suara di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang membawanya kini duduk sebagai Bupati pesisir Jambi itu.
Lalu apa yang membuat keduanya tak bisa diusung di Pilgub ini, disini lah loyalitas PDIP dipertanyakan. Apa yang jadi penilaian, dalam mengusung kandidat di Pilgub Jambi ini?
Tanggapan Sekretaris Bappilu PDIP
Menjawab sanggahan tersebut, Afrioga Felmi selaku Sekretaris Bappilu DPD PDI Perjuangan, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan tahapan sesuai dengan ketentuan.
“Nama-nama yang sudah mendaftar di PDI Perjuangan, sudah kita serahkan ke DPP. Tentang siapa yang akan diusung nanti, itu pusat yang memutuskan.” Kata Sekjen Bappilu PDIP itu, pada Dinamikajambi.com, Minggu (05/07/2020).
Untuk itu, siapapun nama yang nantinya dipilih DPP untuk diusung, itulah yang akan diamankan oleh DPD PDI Perjuangan di Provinsi Jambi.
Kalau soal kader, Kata Afrioga tergantung dengan DPP juga, bisa jadi diusung bisa juga tidak.
“Bisa jadi diusung, bisa juga tidak. Semuanya tergantung DPP. Karena kalau kami di DPD, tidak bisa memutuskan siapa yang akan kita usung. Semua keputusan ada di DPP,” bebernya.
Sementara itu, sebelumnya Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto juga menjelas bahwa PDI Perjuangan itu, merebut suatu kekuasaan politik dengan cara konstitusional, yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.
“Kalau kita ego-ego an, misalnya saya misalnya maju oke. Ternyata misalnya saya kalah, tidak bisa merebut kekuasaan politik. Maka, cita-cita mensejahterakan rakyat kan gak bisa. Tentu DPP mengkalkulasi itu,” jelasnya, Selasa kemarin (30/06/2020).
Kalau soal dukungan ke siapa, kata Edi semuanya dilakukan tahapan. Mulai dari pembukaan pendaftaran bakal calon, survei, hingga proses di DPD sudah selesai.
“Proses di DPD sudah selesai, analisis kuat sudah kita sampaikan, tinggal keputusan dari DPP.” Bilangnya.
Lihat juga video : Klik Disini
Ia menambahkan, dalam hal ini DPD Partai PDI Perjuangan di Provinsi Jambi, hanya memiliki kewenangan sebatas itu. Kalau soal keputusan siapa yang akan diusung, tinggal DPP yang menentukan.
“Apapun keputusan DPP, itu yang kita perjuangkan.” Tuturnya. (Nrs)
