Lepas Pekerjaan Dengan Gaji 25 Juta, H Rizal Buka Bisnis Sampah di Jambi

BERITA BISNIS – Kisah nyata hidup seorang pria, yang rela melepaskan pekerjaannya dengan gaji puluhan juta. Namun, memilih membuka bisnis sampah di Jambi. Penasaran, cekidot.

Sebelumnya di ketahui, sejak tahun 1990 pria asal Kabupaten Tebo H Rizal bekerja sebagai Manager Ekspor Import, PT Putra Sumber Utama Timber Kawasan Muaro Jambi.

Baca juga : Demi Sikumbang Water Park, 4 Mobil Terjual

Jabatan Rizal di PT produksi kayu itu pun cukup Strategis. Belum lagi, gaji yang di peroleh nya tiap bulan cukup besar. Mulai dari 5 juta hingga, tahun 2009 lalu, gajinya mencapai 25 juta perbulan.

Namun, pekerjaan tersebut di lepasnya dan malah beralih profesi menjadi pengusaha sampah, atau buka usaha Bank sampah atau bisnis Sampah di Kota Jambi ini.

Di katakan H Rizal, selaku Direktur Utama Bank Sampah Barokah Bersama, di kawasan Sungai Sawang Simpang III Sipin Kota Jambi, Jum’at (15/01/2021).

Rizal mengatakan, bahwa tahun 1990 Ia mulai bekerja di PT PSUT di Muaro Jambi. Pahit manisnya sudah ia alami, hingga akhirnya ia hidup berkecukupan. Mulai dari harta, tahta dan relasinya pun semakin luas.

Namun, tepat di tahun 2007 ia pun berniat ingin melaksanakan ibadah haji ke Mekkah. Ia pun mulai mengumpulkan uang, sampai akhirnya di Desember 2008 pria yang kini berusia 57 tahun berangkat Haji.

“Sebelum berangkat saya pun sudah bilang dengan bos yang di PT PSUT itu, di situ banyak lah ucapan yang di sampaikan. Bahkan ia mengingatkan pada saya, saya mau makan apa kalau keluar,” ujarnya.

Pria paruh baya itu tak melunturkan niatnya untuk keluar dari PT PSUT itu, dan ia pun melaksanakan ibadah haji nya ke Mekkah.

Tepat di bulan Januari 2009, ia kembali ke kantornya dan menyatakan surat pengunduran dirinya, yang sudah di tandatangani di atas materai.

“Saat itu, saya keluar walaupun bos sudah mencoba melarang. Akhirnya, saya pun di kasih uang pesangon kalau gak salah 30 juta. Itu termasuk Jamsostek nya,” jelasnya.

Sempat Jadi Pengangguran

Sejak keluar dari PT PSUT itu, ia pun jadi pengangguran hingga sempat di omeli sang istri. Karena tidak ada kerjaan.

Karena tak mau melihat istrinya terus bersikap dingin dengannya, Rizal pun rela menggadaikan mobil kesayangannya yang harga sekitar Rp. 40 juta. Uang tersebut, langsung di serahkan ke istrinya dan pergi ke luar daerah.

Bukan cuma itu saja, peliknya kehidupan yang lain juga di hadapi Rizal. Bahkan di cemooh oleh tetangga, orang-orang di sekitarnya terus di dengarnya.

“Waktu itu banyak yang bilang saya bodoh, keluar dari perusahaan yang jelas gajinya besar. Malah memilih berhenti, dan menjadi tukang sampah. Tapi saya diam saja, karena di situlah dosa kita itu akan di hapus,” ungkapnya.

Namun Ia tetap sabar, dan percaya tuhan tidak akan diam, di mana akan ada jalan terang di balik permasalahan yang di hadapi.

“Mereka kan tidak tahu apa tujuan yang ingin saya raih, biarlah mereka mau bilang apa. Toh nanti kalau sudah berhasil, mereka akan lihat sendiri. Tapi kita tidak boleh sombong,” bebernya.

Jatuh bangun pun adalah proses yang di hadapi Rizal, namun dia tak menyerah begitu saja. Pria yang kini sudah memiliki 2 cucu ini pun, terus bangkit dan merintis usahanya dari nol.

Bukan tanpa alasan, mimpinya yang ingin menjadi pemilik dan bos di perusahaan sendiri, terus mendorongnya hingga ia berhasil membuka usaha Bank Sampah Barokah Bersama ini.

Raup Keuntungan Puluhan Juta

Siapa sangka, usaha Bank Sampah Barokah Bersama yang di mulainya sejak 2010 hingga saat ini, sudah meraup keuntungan puluhan juta rupiah.

Mimpinya ingin menjadi bos pun terwujud, dan anak buahnya pun sudah banyak. Duduk santai di kantor, itu lah rutinitas alumni karyawan PT PSUT ini.

“Kalau sekarang, keuntungannya mencapai sekitar 10 juta lah per bulan. Kadang bisa naik, kadang juga stagnan di situ,” imbuhnya.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Oleh karena itu, dari kisah yang ia alami Rizal pun mengambil hikmahnya. Di mana, jangan takut untuk bermimpi. Karena menurutnya, setiap orang berhak memilih jalan hidup sesuai yang mereka mau. Asalkan mau, dan jangan berhenti berjuang.

“Jadi ubah mindset itu. Anak muda itu harus berani keluar dari zona nyaman, lalu membentuk dirinya menjadi versi terbaiknya. Jangan takut gagal, karena setiap usaha dan kerja keras itu akan di perhitungkan Tuhan. Percaya saja, Allah tidak akan memperburuk nasib umatnya, yang mau berusaha di jalannya (Allah),” tukasnya. (Nrs)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033