Banyak kisah dan pelajaran dapat dipetik dari suatu usaha. Seperti yang satu ini, Demi Sikumbang Water Park, 4 mobil terjual.

Demi Sikumbang Water Park, 4 Mobil Terjual

Berita Bisnis Berita Daerah

MERANGIN – Banyak kisah dan pelajaran dapat dipetik dari suatu usaha. Seperti yang satu ini, Demi Sikumbang Water Park, 4 mobil terjual.

Sepenggal kisah pemilik usaha wisata buatan ini, layak jadi inspirasi para pembaca Dinamikajambi.com dan para pemuda yang berencana untuk berwirausaha.

Ada banyak perjuangan dan pengorbanan yang disampaikan langsung Muhammad Zen, pemilik Sikumbang Water Park. Tak banyak yang tau, bagaimana perjalanan sosok pengusaha di Kota Bangko itu.

“Masuk ke Merangin itu, tahun 1999. Ikut abang ke A2 (Desa Bukit Bungkul, Kecamatan Renah Pamenang,red),” ungkap Zen saat dibincangi.

Dari desa ke desa, Ia lakoni dalam menjalankan bisnis jual beli emas. Hingga akhirnya, Ia masuk ke Kota Bangko dan menikah. Disini, salah satu pesan inspirasi, dimana Zen mengaku usahanya anjlok.

“Waktu itu bangkrut. Kebetulan istri saya dulu pernah kerja di rumah makan, ya kita coba. Kita buka di Kantin PKK,” ceritanya.

Usaha tersebut berkembang, mereka lantas membuka Rumah Makan Sinar Paris. Dari sini, usaha jual beli emas Zen, kembali bangkit. Toko emas mulai, berjalan hingga membuka cabang demi cabang.

Inspirasi Usaha

Sementara dari pembangunan tempat wisata yang kini jadi perhatian, ada kisah yang tak kalah menarik.

Dalam penuturan Zen, Sikumbang Water Park dibangun setelah liburan pada 2018 lalu. Dimana kala itu, rombongan keluarga besar dengan 8 mobil datang ke Dam Semanggi Bungo.

Baca Juga : Decoration Cake Jambi, Komunitas Emak-emak ‘Melukis’ Kue Binaan Bogasari

“Kita ada 8 mobil kesana. Sampai disana, kita ketemu orang-orang Bangko. Selesai dari situ, kita kembali bertemu di Hypermart. Orangnya itu juga. Kenapa orang Bangko harus keluar, kalau di Bangko ada,” katanya.

Dibalik keprihatinan itu, Ia melihat suatu peluang. Apalagi kalau bukan kebutuhan wisata dan para peminatnya.

Lebih jauh lagi, Zen memikirkan dampak ekonomi. Dimana, jika usaha itu ada di Bangko, akan berdampak pula bagi pasar, rumah makan dan sebagainya.

“Karena saya orang pasar, saudara dan teman-teman saya berusaha di pasar, tentu mereka akan berdampak. Paling tidak, jika banyak orang-orang berdatangan, kemudian belanja, ini kan uangnya tetap di Merangin,” katanya.

Berita Terkait : Sikumbang Water Park, Wisata Baru di Merangin

Potensi itu Ia pelajari saat di Bungo. Dimana warga tak hanya berwisata, namun kemudian makan dan berbelanja. Inilah yang ditangkapnya.

“Selain itu, tentu saja untuk pendapatan daerah, serapan tenaga kerja. Kemudian, mendukung program wisata pemerintah,” katanya.

Demi Sikumbang Water Park, Zen lepas aset dan 4 mobilnya
Demi Sikumbang Water Park, Zen lepas aset dan 4 mobilnya. Foto : Sikumbang Water Park, Dinamikajambi.com

Demi Sikumbang Water Park, Zen habis-habisan dalam membangun usaha ini. Apalagi, istri tercinta sangat mendukung.

Dimulai akhir 2019, pembangunan terimbas pandemi Covid-19. Harapan suntikan modal, kandas lantaran dampak Virus Corona.

“Kita sudah ajukan, tapi saat itu bank tak bisa cairkan karena virus corona,” katanya.

Sudah habiskan milyaran, Zen tak habis akal. Tak dapat pinjaman, Ia melepas aset-asetnya hingga 4 mobil terjual demi SW. Total, Zen sudah habiskan 5 Milyar dari 7 Milyar dana yang dibutuhkan. (Red)

Semoga menjadi inspirasi pembaca