Kopi Telisak Asli Sepintun Sarolangun Akan Segera Hadir

SAROLANGUN – Segera hadir Kopi Telisak asli Sepintun Sarolangun, sebagai tanaman yang dapat menyehatkan jasmani dan rohani masyarakat.

Sebelumnya, Konsep perkebunan kopi Tumpangsari dengan skema Agro Forestry, sedang digandrungi untuk menjadi solusi tanaman masyarakat, yang berbatasan dengan hutan.

Harapannya, dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. Keinginan masyarakat untuk terus merambah lahan baru, menjadi berkurang dan tekanan terhadap lingkungan hutan dapat diminimalkan.

Di samping itu, dengan kembali mengangkat nilai-nilai ekologis tradisional. Masyarakat juga di ingatkan kembali bahwa leluhur dan segala nilai yang di tinggalkannya dahulu, telah mampu merancang dan menerapkan berbagai aturan dan tradisi, yang bersahabat dengan alam sekitarnya.

Baca juga : Tak Di kasih Pinjaman Uang Untuk Kirim ke Orang Tua, Buruh di Muaro Jambi Habisi Nyawa Bosnya

Yayasan Cappa Keadilan Ekologi mencoba mengangkat dan mengembangkan kebun kopi, pekarangan dan Agro Forestry. Ini sebagai langkah awal atau pintu masuk, untuk mengangkat nilai-nilai tradisional luhur yang ada di wilayah dampingannya di Dusun Trans 3 SAD – Sepintun.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi pertambahan perkebunan monokultur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Kemudian mengintegrasikan sumberdaya dan potensi, yang ada di wilayah dampingan tersebut.

Selain itu, perlahan-lahan menghidupkan kembali tradisi berbasis ekologis, yang pernah ada dan dapat menopang kebutuhan hidup masyarakat hari ini.

Menurut studi awal, Desa Sepintun memiliki potensi kopi yang bisa di kembangkan untuk Agro Forestry. Maka, untuk merealisasikan program jangka menengah ini, Yayasan Cappa Keadilan Ekologi, pada bulan Agustus 2021 menggandeng praktisi lokal. Di mana yang berkegiatan di perkopian yaitu Firdaus Muhammad, dari KUB Haji Bangun. Lalu Firman Supratman dari Kopi Kuale, dan Nurul Amin dari Peatland Coffee.

Kolaborasi Nara Sumber

Tiga narasumber ini berkolaborasi untuk membantu merancang program, memperkuat rincian studi kelayakan. Menggali nilai-nilai dan potensi yang bisa di integrasikan, merancang model yang sesuai. Bahkan hingga mendampingi program tersebut, melalui kader dan tenaga pendamping yang ada di lapangan.

Sebagai langkah teknis, telah di lakukan beberapa kali zoom meeting pada bulan agustus dan september lalu. Pada tanggal 4-8 Oktober 2021 ini, di lakukan studi lapangan di Desa Sepintun.

Yayasan Cappa Keadilan Ekologi juga telah mendorong terbentuknya KPS Gapoktanhut Sungai Telisak, yang kemudian melahirkan KUPS Kopi Karya Maju. Ini nantinya akan mengurusi teknis program Kopi Telisak, di tingkat masyarakat.

Di samping itu, SAD Sepintun-Telisak merupakan bagian dari Batin Sembilan, yang berada di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Jalur Angkutan

Wilayahnya berbatasan dengan HP, HTI dan dekat dengan perbatasan Sumatera Selatan. Akses ke wilayah ini melewati jalan yang merupakan jalur angkutan batubara, dan perusahaan perkebunan.

Jalannya merupakan jalan tanah kuning/tanah uruk, yang di padatkan namun belum di beri pengerasan aspal.

Di butuhkan kendaraan yang kuat, apabila perjalanan di lakukan saat jalan basah. Kondisi ini membuat Desa Sepintun terisolir, dan pada akhirnya mempengaruhi cepat-lambatnya pembangunan di wilayah tersebut.

Beberapa potensi eksisting yang berhasil di gali oleh pendamping lapangan Yayasan Cappa Keadilan Ekologi, bersama narasumber lain. Misalnya :

  1. Pengembangan kopi pekarangan dan skema Agro Forestry
  2. Juga pengembangan produk madu sialang.
  3. Pengembangan tanaman Jernang (dragon blood).
  4. Pengembangan kerajinan berbasis HHBK.
  5. Potensi kearifan lokal yang dapat dikemas sebagai jasa lingkungan yang berkaitan dengan potensi yang ada.

Kata Tim Pendamping

Bambang Isnaini salah satu Tim Pendamping Lapangan Yayasan Cappa Keadilan Ekologi mengatakan, jika kehadiran rombongan yayasan Cappa tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat setempat. Tentunya dalam menunjang perekonomian, melalui perkebunan dengan jenis tanaman Kopi yaitu kopi Telisak.

“Iya benar kita bersama rombongan lainnya, dan juga masyarakat Dusun Trans 3 Desa Sepintun selama 5 hari telah melakukan pembahasan intensif (siang dan malam). Di waktu pelatihan dan waktu-waktu selah pelatihan untuk menggali informasi, nilai dan potensi. Ini untuk bertukar pikiran dan mencari solusi terkait berbagai kemungkinan, yang menyertai program yang akan di jalankan.” Ungkap Bambang.

Perhutanan Sosial

Menurut Pria Gondrong yang aktif di bidang Perhutanan Sosial ini, kultur tanah yang ada di daerah Sepintun Kecamatan Pauh tersebut, sangat pas dengan jenis tanaman ini. Apalagi mengingat jenis tanaman itu tidak begitu rumit, dalam memelihara pertumbuhannya.

“Secara ilmiah jika di lihat dari kultur tanah di sini, pertumbuhan tanaman kopi jenis Telisak ini sangat pas sekali. Maka dari itu, kami selaku pendamping baik dari yayasan Cappa sendiri maupun masyarakat, sangat mendorong dalam menjalankan program ini. Karena ini semua untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi saat ini seduhan kopi telisak asli Sepintun Sarolangun ini, sangat di nikmati dari berbagai kalangan. Kalau dulu hanya kopi AAA yang terkenal, untuk saat ini kopi lokal, kita tidak kalah saing aroma dan rasanya,” imbuhnya.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Dengan demikian, Kopi Telisak asli Sepintun Sarolangun ini, akan segera hadir menjadi tamanan baru yang dapat di andalkan kedepannya.

Maka dari itu, apa yang Ia lakukan dan juga yayasan Cappa berharap kedepannya, masyarakat tidak hanya fokus dengan tanaman seperti karet dan sawit saja. Sebab masih banyak jenis tanaman, yang memiliki nilai jual yang tinggi.

“Selama ini masyarakat kita hanya tau dengan karet dan sawit, memang benar komoditi harga yang jadi tolak ukur, kenapa masyarakat berbondong menanam tumbuhan itu. Cuma hari ini kopi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani, agar kita dapat merasakan kenikmatan yang tiada terkira. Namun siapa sangka harganyapun terbilang sangat tinggi,” tandasnya.  (Ajk)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033