BERITA JAMBI – Meski di era dewasa ini, arus kemajuan teknologi kian melesat. Hal tersebut, tak membuat kesenian kesenian Kuda Lumping redup/eksis termakan zaman.
Buktinya, pegelaran Kuda Lumping di Kantor Desa Mendalo Darat, Muaro Jambi, masih eksis ramai dihadiri ratusan warga, Sabtu (30/07/2022) malam.
Baca Juga : DPRD Provinsi Jambi Godok 5 Ranperda Inisiatif
Siapa yang tak mengenal Kuda Lumping? Sebuah kesenian asal Pulau Jawa, yang konon menggambarkan sekelompok prajurit penunggang kuda melenggang dan menari.
Kilas balik 1 atau 2 dekade ke belakang, sebelum era gadget merajai aktivitas warga, pertunjukan Kuda Lumping acap kali digelar, sebagai hiburan rakyat.
Meski memang, belakangan ini tak sebanyak kala itu. Namun, kesenian yang erat dikait-kaitkan dengan mistis itu, masih eksis. Seperti pantauan di Kantor Desa Mendalo Darat, Muaro Jambi tampak berduyun-duyun menyaksikan.
Seperti penuturan salah satu warga mengatakan, kesenian itu tak lekang oleh waktu. Sebab, bilangnya, ada sebuah nilai sejarah di dalamnya, sebuah kekayaan nusantara.
“Ini kekayaan budaya kita mas, Indonesia. Tentu, kalaupun tak semarak dahulu, kita masih antusias kok menonton. Sekalian juga, kita bawa anak-anak sebagai edukasi,” ungkap Purnomo.
Hal Menarik
Sebagai informasi, pegelaran Kuda Lumping di gelar oleh paguyuban seni Putri Kencana Budaya Muaro Jambi.
Dalam pagelaran malam itu, para peserta tampak menunjukkan aksi ayunan Kuda Lumping, yang telah dihiasi cat aneka warna. Tak lupa, kain batik sebagai kekayaan nusantara itu, tampak membalut peserta.
Ketegangan muncul, saat para peserta mengalami ‘kesurupan’. Namun, bagi para penonton, adegan itu yang sangat di nanti. Seperti, adegan memakan kembang dan kaca.
Lalu, ada yang mencambuk tanah, dan ada pula yang asik menari mengikuti alunan Gamelan. Lantas, bukankah hal itu menegangkan?
Kesenian Kuda Lumping Eksis
“Justru momen itulah yang di cari mas. Kenapa takut, kan di situ sudah ada pemimpinnya. Jadi, kecil kemungkinannya beresiko bagi penonton,” tuturnya, sembari menutup sesi wawancara.
Ia juga berharap, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, agar tetap melestarikan kekayaan budaya nusantara. Oleh antusiasnya warga, hingga pukul 00.20 dini hari, masih ramai pengunjung.
(Rpa)
