MUARO JAMBI – Pihak guru Madrasah Ibtidaiyah Negri (MIN) Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi mengeluhkan kondisi pengelolaan sekolah mereka yang semakin kacau. Pihak guru itu juga resa karena pengelola sekolah tidak melibatkan pihak guru secara umum dalam mengambil keputusan.
Persoalan yang terjadi di sekolah tersebut seperti yang di sampaikan dalam surat pengaduan oleh para guru ke Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi yang ditandatangani oleh sebagian besar para guru.
Adapun sebagian isi dalam surat itu antaralain, pengolahan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak transparan, buku paket yang tidak jelas, adanya tenaga honorer yang jarang masuk dan juga tenaga honorer yang sudah berhenti namun gajinya tetap dicairkan oleh Kepala sekolah MIN, ada dua tenaga honorer yang tidak digaji selama empat bulan, ada oknum guru yang yang mengumpulkan tabungan dari siswa dan tidak di kembalikan.
Selanjutnya, iuran beli baju seragam olahraga dibayar ke kepala sekolah tetapi baju tidak ada hingga murid lulus dari sekolah, kepsek jarang ikut kegiatan sosial yang dilaksanakan guru, data yang ada dikantor guru semuanya data lama dan tidak pernah diurus, PKG guru tidak pernah diurus apabila guru naik jabatan mengurus sendiri, dsb.
Dalam penelusuran dinamikajambi.com tentang kebenaran masalah itu ke pihak sekolah, ternyata benar adanya. Seperti yang disampaikan oleh beberapa guru yang enggan dicantumkan namanya tersebut, mereka mengungkapkan rasa sedih dan prihatin terhadap kondisi MIN Mendalo Darat itu.
“Beginilah adanya (Benar, red). Seperti yang kita sampaikan dalam surat aduan yang kita kirim kiri, sebagai bentuk kekecewaan kami atas Kepsek MIN Mendalo Darat ini,” ungkapnya, Sabtu (09/12).
Terpisah, Kepala Sekolah MIN Mendalo Darat Fitri Riati,Sag saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, mengaku sudah tahu tetang laporan yang disampaikan oleh para guru kepada pihak Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi tersebut, dan ia menyangkal kebenaran isi laporan itu.
“Saya sudah tau hal itu, itu semua tidak benar. Itu ulah oknum guru yang ingin menjatuhkan saya, dan ingin merebut kepemimpinan saya selaku Kepala Sekolah MIN Mendalo Darat,” pungkasnya. (Din)
