Keluhkan Keberadaan PPL, Petani : “Tidak Pernah Datang”

PAMENANG – Para petani di banyak desa di Pamenang mengeluhkan keberadaan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di wilayah ini. Tugas pembinaan dan pendampingan pada PPL kini disorot petani khususnya petani yang tengah mengarap lahan untuk tanaman tumpang sari.

“Belum ada datang. Dari kami mengarap tanah, sampai sudah menanam seperti ini,” keluh salah satu petani yang ditemui awak media.

Para petani kini tengah menanam sayuran seperti kubis, cabai, timun dan tanaman holtikultura dengan pola tumpang sari diantara lahan sawit yang direplanting. Kondisi inilah yang diharapkan petani untuk pendampingan PPL.

“Kita kan banyak belum paham soal hama. Bagaimana kesuburan tanah, unsur tanah dan tanaman apa yang cocok. Semua kami pelajari dari internet,” sebut Narto yang menanam cabai, ubi, bawang dan terong di lahannya.

Sementara penelusuran dinamikajambi.com pada petani lain mengatakan, PPL turun ke sejumlah petani. Di Desa Sungai Udang, PPL mendatangi petani untuk bercocok tanam. Hanya saja, PPL tidak mendampingi petani dalam mengelola dan merawat tanaman.

“Sekali datang. Padahal kito butuh didampingi. Misalnya sebulan sekali. Kan kito butuh pulo pendampingan PPL kayak tanaman yang layu. Keno penyakit, atau kurang subur misalnyo,” sebut Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *