BERITA NASIONAL – Terkait informasi Presiden Jokowi tunjuk Listyo Sigit Prabowo, menjadi calon tunggal Kapolri, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) angkat bicara.
Melansir dari Goriau.com, Ketua IPW Neta S Pane mengatakan, soal Presiden Jokowi tunjuk Listyo Sigit Prabowo , sebagai calon Kapolri guna menggantikan Idham Azis tidak benar.
“Spekulasi wartawan itu Bang. Saya sudah cek ke Sekneg pada pukul 10.54 ternyata belum,” ujar Neta saat di hubungi GoNews.co, Senin (11/1/2021).
“Sekali lagi hanya spekulasi dari teman-teman pers saja itu,” tandasnya.
GoNews.co juga mencoba mengkonfirmasi ke sejumlah Anggota dan pimpinan Komisi III DPR. Namun tidak satupun dari mereka yang mengiyakan informasi itu.
“Wah saya belum tahu,” ujar Anggota Komisi III DPR Nabil Khaeron atau yang akrab di sapa Gus Nabil saat dihubungi, Senin (11/1/2020).
Baca Juga : Sudah Diperingati Kapolda, 3 Oknum Polisi Berhasil Diamankan Warga Saat Nyabu
Demikian juga dengan Ketua Komisi III DPR Herman Harry, Ia bahkan tidak menjawab telp dan pesan whatsapp.
Sementara Anggota Komisi III DPR lainnya, Arsul Sani juga hanya menjawab singkat.
“Wallahu’alam bishawab,” jawabnya.
Sebelumnya. Di beritakan, nama Listyo Sigit Prabowo, bakal di ajukan Presiden Jokowi ke Komisi lll DPR, Senin (11/1/2021). Hal ini untuk di proses mengikuti Fit And Propper Test atau uji kelayakan.
Proses Yang Harus Dijalani Sigit
Proses yang bakal di jalani Sigit, pertama adalah menerima kunjungan anggota Komisi lll ke rumah kediaman. Dan melakukan wawancara dengan keluarga.
Setelah itu, kemungkinan hari Rabu, Sigit akan melakukan proses Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Propper Test) di DPR.
Selanjutnta, Ia akan di minta program-program yang bakal di lakukan setelah di tetapkan dalam sidang paripurna DPR. Kemudian, di lantik Presiden sebagai Kapolri.
Lihat Juga : Tebas Kaki Pencuri Sawit di Bangko Hingga Putus, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
Penunjukkan Listyo Sigit sebagai Kapolri, memang sudah di prediksi sebelumnya. Hal ini Karena, kedekatan (chemistry) antara Listyo dengan Presiden Jokowi.
Di ketahui, Listyo merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991. Ia lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969.
Listyo juga di kenal dekat dengan Presiden Jokowi, karena pernah menjabat sebagai Kapolres Solo pada 2011. Di mana saat itu, Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Pada 2014, Listyo pun menjadi ajudan Jokowi. Setelah tidak menjadi ajudan Jokowi, Listyo menduduki sejumlah jabatan di kepolisian, yakni Kapolda Banten pada 2016-2018 dan Kadiv Propam Polri pada 2018-2019. Sebelum di angkat menjadi Kabareskrim.
Selain itu, Listyo mulai menjabat sebagai Kabareskrim pada 6 Desember 2019, menggantikan Kapolri saat ini, Jenderal Polisi Idham Azis. Di mana saat itu, di lantik menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara.
Sementara itu, ada sejumlah peristiwa yang menyedot perhatian publik selama masa kepemimpinan Listyo di Bareskrim.
Lihat Lainnya : Isak Tangis Orangtua Korban Pecah, Pasca Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ 182
Salah satunya adalah penangkapan terpidana kasus Bank Bali Djoko Tjandra, yang telah buron selama 11 tahun.
Listyo juga membongkar praktik suap terkait pelarian Djoko Tjandra, yang ternyata melibatkan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte. Dan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Prasetijo Utomo.
Selain Listyo, empat nama lain yang di serahkan Kompolnas untuk menjadi calon Kapolri adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Boy Rafly Amar.
Kemudian, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjem Arief Sulistyanto, dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Agus Andrianto.(***)
