BERITA POLITIK – Jika rekomendasi partai koalisi tak rampung alias tak ‘putus’, Bupati Merangin, Mashuri berpeluang tak memiliki wakil hingga masa akhir jabatan.
Seperti diketahui, usai Al Haris dilantik sebagai Gubernur Jambi, secara otomatis sang wakil Bupati Merangin, Mashuri diangkat menjadi Bupati.
Tak ayal, hingga saat Mashuri sendiri masih belum menemukan sang wakil, yang mendampingi dirinya dalam memimpin Bumi Tali Undang Tambang Teliti. Usut punya usut, rekomendasi dari Partai Koalisi, yang menghantarkan pasangan Haris-Mashuri tersebut, belum menunjukkan titik terang.
Hal ini dibenarkan oleh Evi Suherman, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Jambi. Evi menuturkan, saat ini dari tiga partai koalisi, yakni PPP, Golkar dan Hanura, masih dalam tahap perumusan. Namun, sejauh ini PPP dan Hanura sepakat mengusung Nilwan Yahya, Ketua DPC PPP Merangin.
“Konsolidasi politik, sudah lama berjalan seperti kepada Hanura dan Golkar. Tentu, kita sepakat memajukan Nilwan Yahya. Nah, akhir-akhir ini saya kurang tau, apakah Golkar memberi dukungan pada Nilwan Yahya. Semoga saja, Golkar juga memberi rekomendasi pada Nilwan Yahya,” tukas Evi.
Rekomendasi Harus Dari Semua Partai Koalisi
Lebih lanjut, Anggota DPRD Provinsi Jambi ini menambahkan, merujuk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk menemukan sosok pendamping Mashuri, mesti mendapat rekomendasi dari seluruh partai koalisi.
Maka, bilangnya, apabila rekomendasi tersebut tak kunjung rampung, tak menutup kemungkinan kursi orang nomor 2 di Kabupaten Merangin itu, akan mengalami kekosongan hingga masa akhir jabatan.
“Kalau tidak mendapat dukungan dari seluruh partai koalisi, artinya kursi wakil bupati akan kosong ke depannya. Karena memang, secara aturan harus dari semua partai koalisi,” tambahnya.
PPP Sudah Gandeng Hanura
Selanjutnya, Partai berlambang Ka’bah tersebut telah menggandeng Hanura, untuk mengusung Nilwan Yahya. Bilangnya, sosok Nilwan Yahya dinilai telah memiliki pengalaman, dan saat ini sedang memimpin PPP Merangin.
Namun, Evi mengakui, saat ini rekomendasi dari partai Golkar belum menemukan titik terang, apakah turut mengusung Nilwan Yahya atau tidak.
“PPP sudah mendapat dua partai, yaitu Hanura dan PPP sebagai tuan rumah. Nah, kalau Golkar kita belum termonitor, apakah ke Nilwan Yahya atau tidak.” tutupnya.
Terakhir, Ia juga berharap rekomendasi tersebut segera rampung di tubuh partai koalisi. Pasalnya, sosok Mashuri Bupati Merangin membutuhkan seorang wakil hingga satu tahun ke depan. (Tr01)
