BERITA JAMBI – Serba-serbi jelang peringatan HUT RI ke-76 di tengah Pandemi Covid-19, membawa cerita tersendiri. Berikut kisah Pedagang Bendera musiman di Jambi.
Tak hanya Hari Besar Keagamaan, Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI)ke-76 kali ini, masih dalam siatuasi Pandemi Covid-19.
Baca juga : Keren, Polda Jambi Distribusikan 100 Ton Beras Pada Warga Jambi
Tentunya hal ini, membawa cerita tersendiri bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali di Jambi, biasanya pada tahun sebelum Covid-19 semarak HUT RI telah ramai.
Seperti halnya, persiapan aneka ragam lomba yang mengundang keceriaan anak-anak. Pun Hari Kemerdekaan itu, identik dengan Panjat Pinang.
Alhasil, hal ini mengundang kisah dari salah satu Pedagang Bendera di kawasan Jalan Pattimura Jambi, Jumat (06/08/2021).
Revi mengatakan, perayaan HUT RI ke-76 yang bertepatan, dengan tahun kedua Pandemi Covid-19, membawa penurunan omzet.
“Ada sih penurunan omzet, tapi tidak terlalu banyak. Berkurang dari tahun kemarin lah,” ungkap Revi.
Betapa tidak, menurut Revi penurunan omzet tersebut imbas dari pemberlakuan Work Form Home (WFH). Kemudian juga Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tiap sekolah. Alhasil, penurunan omzet penjualan di perkirakan 30 persen.
“Sekolah-sekolah kan tutup, kantor tutup sebagian. Nah bendera-bendera panjang dan umbul-umbul, yang lumayan turun omzet,” tambahnya.
Masyarakat Antusias
Kendati demikian, Pedagang Musiman ini menambahkan. Meski ditengah Pandemi, lalu penerapan PPKM di Kota Jambi. Ia menaruh rasa bangga pada masyarakat. Mengapa demikian?
Tentunya, di tengah ujian kehidupan saat ini, masyarakat masih antusias memperingati hari yang bersejarah itu.
Hal tersebut di tandai dengan penjualan Bendera Merah Putih, masih tinggi.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
“Bendera Merah Putih yang banyak di minati. Mungkin, ada anjuran dari kelurahan, untuk pasang bendera didepan rumah.” tutupnya.
Untuk di ketahui, sebuah Bendera Merah Putih umbul-umbul, pernak-pernik Hari Kemerdekaan lainnya. Ia membanderol dengan harga 35 ribu, hingga 500 ribu rupiah. (Tr01)
